Ticker

6/recent/ticker-posts

Supaya Masyarakat Tidak Kebingungan dalam Penyaluran Bansos ,Plt Bupati Solok Selatan Ikuti Vidcon dengan Ketua DPD RI ,Kepala BNPB Dan Gubernur Sumbar Dikantor Bupati


Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman Dan Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengikuti Vidcon Bersama OPD

Solsel,dutametro.com---Agar masyarakat penerima Bantuan covid-19 Solok Selatan tidak lagi dalam kebingungan, ada beberapa poin yang  disampaikan oleh pemda kepada masyarakatnya.

Poin-poin ini dirangkum berdasarkan wawancara dan arahan bersama Plt. Bupati Solok Selatan Abdul Rahman ( Didampingi Kadis Sosial&PMD, Zulkarnaini), Ketua DPRD Zigo Rolanda, seusai mengikuti video conference (vidcon) dengan Ketua DPD RI, Kepala BNPB, dan Gubernur Sumb  Solar di Kantor Bupati, Sabtu (2/5).

Vidcon juga dihadiri oleh Kajari M. Bardan, Sekdakab Yulian Efi, Kabag Ops Polres Kompol Febgendri, Danramil Sangir Kapten Afrizal, serta sejumlah OPD lainnya.

Plt Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengatakan, hari ini (Sabtu 2/5) data penerima untuk bantuan sosial dari Kementerian Sosial, sudah selesai dientri dan telah dikirim. Posisi kita saat ini, menunggu uang bantuan tersebut dikirim melalui Kantor Pos, dan selanjutnya dibagikan ke masyarakat.

Relawan dari Dinas Sosial nantinya akan mendampingi pembagian tersebut, bantuan tersebut dialokasikan Kemensos untuk 5.129 Kepala Keluarga (KK). Sama dengan bantuan sosial lainnya, masing masing KK menerima Rp 600.000/KK setiap bulannya, selama 3 bulan.

Data untuk Bantuan dari Pemprov Sumbar sebanyak 3.463 KK selesai, dan Insya Allah senin ditandatangani surat pengantarnya ke propinsi.

Selanjutnya, APBD Kabupaten Solok Selatan juga sudah kita siapkan untuk bantuan kepada masyarakat untuk 16.666 KK, dan pihak Dinas Sosial sudah menjanjikan, data tersebut selesai hari Rabu besok (6/5), untuk APBD Kabupaten ini kita alokasikan anggaran sebesar Rp 32,4 Miliar.

Setelah itu, masih ada 1 pos lagi yang kita siapkan untuk masyarakat melalui Dana Desa/Nagari, dimana setiap nagari diinstruksikan untuk mengalokasikan anggarannya untuk BLT ini maksimal bervariasi antara 25 %, 30%, dan 35%, sesuai dengan jumlah dana yang dimiliki.

Pemerintah kabupaten juga mencadangkan bantuan melalui sembako, baik sembako atau beras yang saat ini kita mempunyai cadangan beras di gudang Bulog, serta bantuan lain yang diterima pemkab.

Disamping bantuan diatas, sebanyak 7.845 KK saat ini juga tercatat sebagai peneriman bantuan melalui Progam Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sembako dimana penerima bantuan tersebut menerima setiap bulannya,sehingga mereka tidak lagi bisa menerima BLT Covid-19 ini.

Dari semua pos bantuan tersebut, diperkirakan sementara, terdapat 77% masyarakat akan masuk dalam skema bantuan dari pemerintah.

Total anggaran yang direfokusasi atau dialihkan untuk penanganan covid ini saat ini disiapkan sebesar Rp. 67,68 Miliar, dimana Rp 32,4 Miliar untuk bantuan sosial, Rp. 25,27 Miliar untuk sektor kesehatan dan penanganan Covid, serta Rp. 10 Miliar untuk penanganan dampak ekonomi dalam bentuk padat karya, dan lainnya.

Bagi masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan tidak masuk skema tersebut, agar nantinya mengkoordinasikan dengan pihak kenagarian, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kab Solok Selatan.


Untuk Skema Pembagian bantuan diminta OPD terkait untuk menyiapkan secara matang, dan yang paling penting, jangan sampai membuat kerumunan warga. Karena hal tersebut sangat tidak dianjurkan di masa penyebaran wabah ini

Untuk Transparansi bantuan, Dinas Sosial diminta untuk menyurati pihak kenagarian untuk menempel di masing-masing kantor wali nagari, siapa saja KK yang menerima bantuan tersebut. Sedangkan Bagian Humas diinstruksikan untuk mengelola pengaduan masyarakat terkait dana bansos

Sementara itu, Ketua DPRD, Zigo Rolanda juga memberikan arahan. Agar dilakukan transparansi penerima bantuan sosial tersebut. Termasuk dengan menggunakan website pemda, agar transparansi penerima bantuan dapat dipantau secara terbuka oleh masyarakat luas.

Terkait pendataan, saya selalu mensupport OPD terkait untuk cepat dalam menyelesaikan persoalan data bansos ini, Karena ini selalu menjadi pertanyaan bagi masyarakat.

Termasuk dari sekarang menyiapkan perangkat penyaluran bantuannya, Jika OPD memang membutuhkan tenaga tambahan, kita minta agar menyampaikannya kepada pimpinan, agar dapat ditunjuk personil dari OPD lain untuk membantu.

Kita juga minta agar, Dinsos dari sekarang berkoordinasi dengan pihak perbankan, bagaimana mengantisipasi jika memang nantinya bantuan disalurkan melalui Bank, maka tentu akan banyak permohonan pembuatan rekening baru.

Maka antisipasi dari sekarang, kemungkinan kita pakai beberapa bank, sehingga proses penyaluran bisa lebih cepat,"harap Zigo.(Met)


Post a Comment

0 Comments