Ticker

6/recent/ticker-posts

Maknaii Idul Fitri dan kemenangan di masa Pandemi



Padang Panjang.dutametro.com.Dengan adanya imbauan “lebaran di rumah saja” sama sekali tidak mengurangi dari esensi atau nilai-nilai dari perayaan hari raya. Tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat kita pada saudara-saudara kita yang terdampak Corona, bagaimanapun juga hari raya ini harus tetap kita rayakan bersama keluarga kita di rumah masing-masing dengan penuh suka cita.

Hakikat hari raya bukanlah hura-hura atau pesta pora. Ini adalah momentum untuk introspeksi diri. Setelah sebulan penuh kita digembleng dengan puasa dan berbagai rangkaian ibadah yang menyertainya, seharusnya pada Hari Raya Idul Fitri ini kita terlahir kembali sebagai manusia paripurna tanpa berlumur dosa.

Hari ini manusia di seluruh penjuru dunia panik dan resah, takut terinfeksi dan menjadi korban virus yang mematikan bernama Corona. Sehingga segala daya dan upaya dikerahkan sekuat tenaga untuk menjauh dan memproteksi diri dari virus yang mematikan ini.

Jika ada yang sudah terinfeksi maka wajib dirawat dan dikarantina. Berbagai langkah antisipatif dan preventif juga telah ditempuh oleh lebih dari 212 negara untuk membunuh virus ini.

Orang yang terinfeksi virus Corona akal dan hatinya masih bisa berfungsi dengan baik, karena Corona hanya menyerang sistem pernafasan manusia. Sedang virus ini menyerang dan melumpuhkan hati nurani dan akal sehat manusia.

Virus ini merupakan penyakit hati dan merupakan sifat tercela, virus ini bernama “Syirik”. Virus Syirik ini bahkan bisa membuat seseorang menentang Tuhan yang telah mencipkan dirinya.

Kabar buruknya, virus bernama Syirik ini juga telah bermutasi sejak ribuan tahun yang lalu dengan nama Syirik Asghar (syirik kecil) yang menjelma berupa sifat-sifat tercela seperti: iri, dengki, hasut, riya’, ujub, sum’ah, dendam, serakah, kufur nikmat dan lain-lainnya.

Lawan dari Syirik Asghar adalah Syirik Akbar (syirik besar). Jika Syirik Akbar cenderung lebih mudah dideteksi karena kebanyakan sifatnya lahiriah.

Untuk mendeteksi Syirik Akbar tidak perlu menggunakan peralatan medis yang canggih, tes darah dan lain-lainnya. Salah satu contohnya adalah penyembah berhala. Sedangkan Syirik Asghar, sulit untuk dideteksi. Kecanggihan alat medis tidak mampu mendeteksinya.

Jika karantina untuk virus Corona adalah 14 hari, maka karantina untuk virus Syirik jauh lebih lama, yaitu 30 hari. Inilah yang disebut dengan “Karantina Ruhani”. Lamanya karantina ruhani ini menunjukkan bahwa virus Syirik jauh lebih berbahaya dari pada virus Corona.

Seseorang yang telah melakukan karantina dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan selama 14 hari, hampir dipastikan dia aman dan terbebas dari terinfeksi virus Corona.

Begitupun juga dengan seseorang yang telah melakukan karatina ruhani dengan baik selama 30 hari di bulan Ramadan, seharusnya dia juga dapat dipastikan aman dan terbebas dari virus Syirik. Kecuali pada masa karantina ruhani 30 hari tersebut dilakukan tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, maka karantina ruhani tersebut menjadi sia-sia belaka.

Tanda bahwa karantina ruhani 30 hari yang sia-sia adalah puasa yang hanya dilakukan dalam arti sempit, yaitu sebatas menahan diri dari membatalkan puasa secara fikih semata. Sehingga puasanya terancam hanya sekedar mendapatkan lapar dan dahaga

Jika puasanya dilakukan dalam arti luas yaitu menahan seluruh anggota tubuh, pikiran dan hatinya dari berbuat dosa, maka inilah karantina yang sesungguhnya. Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, hati dan jiwanya menjadi lembut.

Dia akan menjelma menjadi orang yang mudah memaafkan saat Idul Fitri. Tidak ada lagi iri, dengki dan dendam di dalam hatinya. Hilang sifat riya’, ujub, suma’ah, takabur, kufur, serakah, dan sifat-sifat tercela lain-lainnya. Inilah yang disebut dengan kembali pada diri yang fitri, yaitu suci dan bersih dari virus-virus hati. ( Dikutip dari Khutbah Idul Fitri Ustadz Dr. M Nurdin Zuhdi, S.Th.I, M. Si, Dosen Aisyiyah Yogyakarta/ Hrs)

Post a Comment

0 Comments