Ticker

6/recent/ticker-posts

Keluarga Pasien Covid-19:Saya tidak Ingin Orang Lain Ikutan Susah




dutametro.com.Mengejutkan, tetiba kota kecil berhawa dingin Kota Padang Panjang itu buncah, 19 orang warganya divonis terjangkit Covid-19 dalam tiga hari terakhir, hal ini sesuai dengan rilis yang disampaikan Diskominfo setempat, Minggu (03/05/2020).

Bagaimana kronologi terpaparnya kota kecil ini tentu telah banyak diulas sejumlah media. Singkat kata cluster ini berawal dari seorang pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Tanah Datar yang kemudian menjangkiti 13 orang tenaga kesehatan di RSUD Kota Padang Panjang.

Satu hal yang menarik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat luas adalah kisah dari salah seorang warga kota ini yang sedang melakukan karantina mandiri di rumahnya.

Adalah RA (54th), seorang wanita paruh baya dengan 4 orang anak, anak pertama adalah seorang dokter (IB) yang kesehariannya bertugas sebagai garda terdepan di RSUD Kota Panjang. Dokter muda ini termasuk salah satu tenaga kesehatan yang divonis positif Covid-19, saat ini sedang di karantina oleh Pemko Padang Panjang bersama dengan 12 tenaga kesehatan RSUD lainnya.

Sedangkan RA, sembari menunggu hasil pemeriksaan Swab nya keluar dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, ia dan keluarga melakukan karantina mandiri dirumahnya. Semua kebutuhan harian diantar oleh kolega dan pihak RT setempat.

Apakah RA merasa malu, kesal ataupun marah? Sama sekali tidak, penuturannya melalui pesan WhatsApp kepada Tim MMC Diskominfo Sumbar, ia bertekad untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Padang Panjang, upayanya adalah tetap tinggal dirumah. “InsyaAllah saya tabah menerima musibah ini, ini adalah takdir Allah,” tutur RA penuh optimis.

Tidak sebatas itu, bahkan Ibu tangguh ini menempel secarik kertas pengumuman di pintu depan rumahnya. Isinya adalah larangan bertamu karena dirinya sedang karantina mandiri. Ia tidak ingin menjadi penyebab orang lain ikut tertular. “Saya tidak ingin orang lain susah karena saya tidak jujur,” tulis RA penuh kesadaran.

RA juga menyatakan dirinya bangga dengan anak kandungnya (sang dokter muda) yang telah menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19.

Dari RA dan keluarganya kita belajar, bagaimana bersikap sebagai keluarga yang terjangkit Covid-19. Penyakit ini bukanlah aib yang menjadikan kita merasa dikucilkan. Ini adalah musibah, semua tentu ada yang mengatur. Semoga diberi kekuatan kak! (*)

Post a Comment

0 Comments