Ticker

6/recent/ticker-posts

Presiden Jokowi di Jadwalkan Hadiri Upacara Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni



JAKARTA, duatmetro.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2020).

Sebagaimana diketahui, melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, Presiden Joko Widodo telah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Namun demikian, karena adanya pandemi Covid-19, upacara hanya akan dihadiri pejabat negara secara terbatas.

"Karena ini ada Covid maka penyelenggaraannya tidak seperti hari-hari normal. Dibatasi dengan menggunakan standar atau prosedur kesehatan sehingga yang hadir sangat terbatas," kata Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (29/5/2020).

Yudian mengatakan, upacara akan digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, mulai pukul 07.00 WIB.

Dijadwalkan hadir dalam upacara antara lain Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Akan hadir pula untuk membacakan teks Pancasila Ketua MPR Bambang Soesatyo, serta Ketua DPR Puan Maharani yang akan membacakan teks Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Selain itu, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy juga dijadwalkan hadir membacakan doa.
BPIP juga mengundang pejabat kementerian/lembaga lainnya secara terbatas.

"Bupati, wali kota, dan perwakilan NKRI di luar negeri mengikutinya melalui media, televisi, atau dapat melalui layanan yang disediakan BPIP, Yotube BPIP, Instagram bpip dan lainnya," kata Sekretaris Utama BPIP Karjono.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Tri Sutrisno mengingatkan supaya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar menggunakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Mereka yang diperkenankan hadir mengikuti upacara hanya yang sudah tes Covid-19 dan dinyatakan tidak terinfeksi.
Masyarakat umum tidak diperkenankan untuk hadir, tetapi dapat mengikuti siaran langsung upacara melalui saluran yang tersedia.

"Upacara hanya dilakukan di gedung Pancasila dan tidak dilakukan di tempat-tempat lain. Petugas dan peserta upacara dibatasi seminimal mungkin," kata Tri Sutrisno.(rz/kompas)



Post a Comment

0 Comments