Ticker

6/recent/ticker-posts

Hadapi New Normal di Tahun Ajaran baru,ini Rencana Disdikbud Pesisir Selatan




Painan,dutametro.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Selatan merancang sejumlah skenario penerapan new normal diseluruh sekolah yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 13 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suhendri mengatakan pihaknya telah mulai mensosialisasikan penerapan new normal kepada kepala sekolah di tingkat SD, SLTP dan SLTA.

“Nanti kepala sekolah yang akan mensosialisasikan kepada guru-guru, kemudian guru mensosialisasikan kepada siswa dan wali muridnya,” kata Suhendri kepada reportaseinvestigasi.com, Sabtu (30/5) di Painan.

Suhendri menjelaskan siswa mulai masuk ke sekolah, rencananya Tahun Pelajaran Baru 2020/2021 tgl 13 Juli 2020, namun memang masih melihat perkembangan Pandemi Covid-19.

Sementara itu juga kata Suhendri, tgl 02 Juni 2020, seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) sudah masuk kerja dengan mematuhi Protokol Kesehatan tujuannya dalam rangka menyiapkan nilai Akhir, Nilai Kenaikan Kelas, PPDB, dan menyiapkan dokumen Tahun Pelajaran Baru.

Adapun penerapan new normal di sekolah-sekolah, antara lain mewajibkan siswa, guru dan warga sekolah memakai masker dari rumah sampai pulang sekolah. Penggunaan masker juga diwajibkan kepada tamu yang datang.

Sekolah juga diwajibkan melakukan cek suhu. Pihak sekolah memastikan suhu tubuh siswa ketika akan masuk ke dalam lingkungan sekolah di bawah 38 derajat, tidak lebih dari 37 derajat.

“Bagi siapa saja yang melebihi suhu yang ditetapkan, akan dicatat, lalu dipulangkan. Yang bersangkutan kemudian disarankan melakukan pemeriksaan ke puskesmas,” jelasnya.

Sekolah juga diminta membuat tempat cuci tangan. Seluruh warga sekolah mencuci tangan dahulu sebelum memulai aktifitas dengan air yang mengalir menggunakan sabun, sesuai protap kesehatan. “Setelah pulang, siswa juga harus cuci tangan lagi,” lanjutnya

Selama masa new normal, kegiatan belajar mengajar dibagi menjadi dua shift. Namun hal ini tidak berlaku kepada sekolah berbasis asrama seperti pesantren.


Post a Comment

0 Comments