Ticker

6/recent/ticker-posts

Di Saat Pandemi dan Isolasi Mandiri,Bantuan Bertubi Datang ke Panti



Padang,dutametro.com.RUMAH berkelir hijau itu mendadak ramai. Dua mobil boks terparkir di depannya. Sedangkan di teras depan sejumlah anak remaja wanita belasan tahun bergerombolan. Mereka menyaksikan kardus-kardus diturunkan dari atas mobil. Senyum mereka pun mengambang, senang.

Sabtu (16/5/2020) itu dua mobil membawa bantuan datang ke Panti Asuhan Bundo Saiyo, Tanjung Aur, Balai Gadang, Koto Tangah, Padang. Bantuan berkardus-kardus yang datang dari salah seorang anggota dewan itu berisi sembako dan kebutuhan lebaran.

“Alhamdulillah, ini bantuan kesekian yang datang ke panti kami,” jelas Pengurus Panti Asuhan Bundo Saiyo, Novel Indra Yanti.

Saat pandemi virus corona melanda Padang, musibah datang bertubi-tubi di panti ini. Setelah pemilik panti dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia, suasana panti menjadi berubah. Anak-anak dan pengurus merasa takut. Terlebih setelah seluruh anak yang berjumlah 30 orang dites swab oleh Dinas Kesehatan Kota Padang. Termasuk sepuluh pengurus yang ada di panti tersebut.

“Sejak bapak dinyatakan positif dan meninggalkan kami, kondisi di sini menjadi berubah. Kami diisolasi dan melakukan tes swab,” tutur Novel Indra Yanti.

Isolasi mandiri dan tes swab dilakukan sejak 5 Mei lalu. Hasil tes swab menyatakan satu anak positif Covid-19. Sedangkan lainnya dinyatakan negatif. Satu anak yang dinyatakan positif kini dirawat di Padang Besi.

“Kami sekarang masih isolasi mandiri, diperpanjang masanya hingga 23 Mei karena kemarin ada anak kita yang dinyatakan positif,” tambahnya.

Sejak isolasi mandiri dilakukan, praktis perhatian terhadap anak panti berkurang. Donatur dan para dermawan yang biasanya membantu Panti Asuhan Bundo Saiyo pun mencari cara agar bantuan terus mengalir ke panti tersebut. Donatur menyampaikan kondisi panti ke sejumlah media massa.

“Bantuan datang bertubi-tubi sejak Selasa (12/5/2020). Kami menjadi terbantu,” ujar Novel Indra Yanti.

Bantuan datang dari Pemerintah Kota Padang. Tidak saja berupa sembako, akan tetapi juga bantuan konsumsi berbuka puasa dan sahur. Semuanya diturunkan Dinas Sosial setiap hari selama isolasi mandiri dilakukan di panti itu.

Tidak saja dari Pemko Padang, bantuan juga datang dari perusahaan dan lainnya. Jumlahnya tak terhitung. Bahkan, karena sering datangnya bantuan, anak-anak panti pun ikut menurunkan barang bantuan dari atas kendaraan.

“Kemarin ini pak Sekda Kota Padang juga datang, kedatangan tersebut sangat membantu menenangkan anak-anak, karena rata-rata semua di sini adalah anak yatim piatu yang tidak memiliki orangtua,” tutur Novel.

Sejak itu, keadaan panti kembali menjadi tenang. Mereka terus melakukan proses isolasi mandiri dengan baik. Melakukan protokol kesehatan setiap waktu.

“Terimakasiih atas bantuan yang diberikan kepada kami di sini, sangat membantu dan membuat kami lebih tenang,” tutupnya.(Charlie)

Post a Comment

0 Comments