DIBUTUHKAN:
Kami perusahaan yang bergerak dibidang penerbitan
media koran dan media online, membutuhkan
Biro untuk perwakilan di kabupaten / kota di seluruh
indonesia. Jika anda berminat hubungi:
MAIRIZAL: 081364368669 (whastapp)
SUCI MARTIA: 082170567303


Padang,dutametro.com.Terkait dengan salah satu media online yang selalu mempermaslahkan pembangunan aula Kantor KAN Lubuk Kilangan, terkesan  tidak rasional. "Alasannya, berita itu tidak memahami prosedur pembangunan KAN Lubuk Kilangan," kata Ketua Kan Lubuk Kilangan  Basri Dt Rj Usali di Dampingi Sekretaris KAN Lubuk Kilangan Armansyah Dt Gadang Jumat (8/5) di Kantor KAN.

Ia juga mengatakan, itu bukanlah pembangunan yang dimulai dari awal atau bangunan baru. Tapi, adalah perbaikan  bangunan yang tidak layak ditempati lagi karena gempa." "Semestinya penggantiannya itu adalah tanggung jawab pemerintah yang membantu, karena kantor KAN ini adalah fasilitas umum dan milik masyarakat bukan milik pribadi," katanya.

Dengan gerah ia juga mengatakan,
 Dinas PUPR juga harus memahami itu dan tidak sekedar menanggapi berita saja. Coba dijelaskan, apakah semua kantor KAN  di Kota Padang sudah mempunyai IMB "Cek kantor KUA dan Puskesmas yang numpang di tanah nagari samping kantor KAN Lubuk Kilangan,  apakah ada IMB," tanya Datuk

Sementara, katanya kantor nagari di bantu pembangunanya oleh PT Semen Padang. Intinya,  pembangunan kantor ini bentuknya  adat diisi limbago dituang terhadap nagari. "Semen Padang memakai tanah ulayat nagari Lubuk Kilangan untuk bahan baku Semen. Wajar jika membantu juga perbaikan Kantor KAN," katanya.

Sedangkan, mekanismenya, kata Datuk tetap dalam bentuk program dan sesuai mekanisme perusahaan.  Tentu,  mengutamakan kontraktor lokal dari Anak Nagari Lubuk Kilangan."Jadi ini jelas bukan Proyek Pemda.  Proyek ini adalah Semen Padang dan yang juga audit proyek ini  Semen Padang dan masyarakat Lubuk Kilangan." Kalau kontraktornya  atau sub kontraktor tidak bekerja sesuai perencanaan, tidak akan bisa menagih ke Semen Padang," katanya.

ini sangat naif sekali dengan terbitnya berita di salah satu media online beberapa hari lalu. Apalagi,  mengatakan proyek Pembangunan Kantor KAN  sarat KKN. Padahal, sub kontraktor lokal yang mengerjakan tidak sesuai maka diganti oleh kontraktor utamanya." Mungkin, ini yang menjadi pangkal balanya," kata Datuk.

Sekretaris Kerapatan Adat Nagari Lubuk Kilangan,  Armansyah Dt Gadang, juga mengatakan, semua yang terlibat dalam pembangunan Kantor KAN ini adalah Anak Nagri Lubuk Kilangan.

Kita juga berharap kepada Dinas PUPR Kota Padang,   dicroscek apakah ini bangunan baru atau bangunan lama yang diperbaik. Masalahnya,  ini terkait dengan masyarakat banyak, sebab Kantor KAN bukan milik pribadi ketua, tapi milik masyarakat adat nagari Lubuk Kilangan

"Nagari Lubuk Kilangan sudah memprogramkan bantuan ke nagari harus berupa program dan tidak berbentuk dana tunai. Ini dilakukan guna menghindari ketidaknyamanan di nagari

"Kalau berbentuk uang tunai, maka semua orang ada di nagari akan merasa berhak. Jadi tolang lah yang membuat berita  profesional,  harus ada bukti data autentik  dan konfirmasi
"Kalau tidak nanti akan menimbulkan masalah, imbuh  Datuk

Ia juga mengatakan, ini fasilitas umum. Kepada  Dinas PUPR Kota Padang, kita ingatkan juga, kalau mau menertibkan bangunan jangan tanggung tanggung dan pilih kasih.  "Sikat semuanya yang tidak ada IMB, katanya, diamini oleh Pemangku adat lainnya yang hadir.

Dan ketika media ini menghubungi Ibu Yeni Yuliza Kabag Pembangunan PUPR Kota Padang, melalui telepon serulernya tidak menjawab. Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari dinas PUPR.

0 komentar:

Post a Comment

 
Top
Selamat datang di Website www.Dutametro.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Mairizal,SH