Ticker

6/recent/ticker-posts

Bahasa Melayu dalam Istilah Jawi,dan Bahagiannya



Riau,dutametro.com.Istilah bahasa Melayu (Jawi: بهاس ملايو) mencakup sejumlah bahasa yang saling bermiripan yang dituturkan di wilayah Nusantara dan di Semenanjung Melayu. Sebagai bahasa yang luas pemakaiannya, (Wiki)
Ada 3 teori atau bahagian dalam pengkajian lingustik history dari bahasa Melayu
1. Bahasa Melayu Kuno ( Melayu Tua) merupakan anggota rumpun bahasa Austronesia dan dianggap sebagai salah satu bentuk awal (proto) bagi bahasa Melayu modern. Bahasa Melayu Kuno (MK) berdasarkan catatan-catatan tertulis pernah dipakai pada sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13, yaitu pada zaman berkuasanya Wangsa Sailendra di Kerajaan Medang dan Kerajaan Sriwijaya. Keberadaan bahasa ini diketahui dari sekumpulan prasasti (batu maupun keping logam (ada yang berupa emas dan ada pula tembaga) yang ditemukan di seputaran Nusantara bagian barat, seperti di Pulau Sumatra, Pulau Bangka, Pulau Jawa, dan Pulau Luzon.

Banyaknya kosakata bahasa Sanskerta yang dipakai dalam bahasa ini menunjukkan bahwa pengaruh budaya India telah terserap dalam kehidupan sehari-hari masa itu. Pada kenyataannya, bahasa Sanskerta hingga sekarang menyumbang kepada pengayaan kosakata bahasa Melayu.

Aksara yang digunakan dalam sumber-sumber MK bermacam-macam, mulai dari aksara Pallawa yang dibawa langsung dari India, aksara Kawi (yang merupakan modifikasi atas Pallawa), atau aksara Pasca-Pallawa

2. Bahasa Melayu Klasik

adalah bentuk bahasa Melayu yang dipakai oleh Kesultanan Melaka (abad ke-14), Kesultanan Aceh, dan sejumlah entitas politik lain di sekitarnya, hingga abad ke-18. Apakah dialek temporal (waktu) ini merupakan perkembangan lanjutan dari bahasa Melayu Kuno yang dipakai oleh Kerajaan Sriwijaya atau perkembangan dari dialek lain yang berkembang terpisah tidaklah diketahui. Tidak ada bukti tertulis atau laporan mengenai perubahan/evolusi bahasa ini.

Bahasa Melayu Klasik ditandai dengan masuknya berbagai kosakata pinjaman dari bahasa Arab, bahasa Parsi, dan (pada perkembangan selanjutnya) bahasa Portugis. Perkembangan ini berkait dengan menguatnya pengaruh agama Islam di Asia Tenggara pada sejak abad ke-13. Bahasa Melayu Klasik tercatat pada berbagai naskah-naskah hikayat dan bentuk susastera lainnya, peraturan perundangan, serta surat-surat komunikasi antara penguasa-penguasa Nusantara bagian barat. Terdapat pula beberapa prasasti dari periode awalnya

3. Bahasa Melayu modern

adalah bahasa yang berawal pada abad ke-19. Hasil karangan Munsyi Abdullah-lah yang dianggap sebagai permulaan zaman bahasa Melayu modern.

Sebelum penjajahan Inggris di Malaysia, bahasa Melayu mencapai kedudukan yang tinggi, berfungsi sebagai bahasa perantara, administratif, kesusasteraan, dan bahasa pengantar di pusat pendidikan Islam.

Setelah Perang Dunia II, Inggris menjadikan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam sistem pendidikan.

Setelah Malaysia merdeka, Perlembagaan Persekutuan Perkara 152 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan Malaysia.

Akta Bahasa Kebangsaan 1963/1967 menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi negara Malaysia. Laporan Razak 1956 menetapkan bahasa Melayu sebagai pengantar dalam sistem pendidikan negara.

Selain di Malaysia, bahasa Melayu juga menjadi Bahasa Resmi di Singapura dan Brunei. Di Timor Leste dan Indonesia digunakan bahasa Bahasa Indonesia, sebuah dialek standar atau baku dari bahasa melayu

   Dalam perkembangannya, bahasa Melayu di tuturkan dengan berbagai dialek, logat dan intonasi, sehingga di berbagai daerah muncul logat,dialek yg khas di masing2 daerah, tapi walaupun begitu, dalam penerapan nya secara resmi itu di masukan kedalam varian bahasa Melayu itu sendiri, tergantung kultur yg berkembang di wilayah tsb,
Sebagai contoh, bahasa Melayu logat Minangkabau, Kampar, Rokan , kuantan , N9, Siak, Batubara,Asahan , Jambi,varian bahasa Melayu ini hanya di pisahkan oleh intonasi irama sebut dan dialek, sehingga apabila varian ini di tulis maka masing2 daerah tersebut akan dapat di mengerti masing2 daerah,
  Meskipun terdapat perbedaan karna di sebabkan kultur, sejatinya bahasa Melayu sangat saling memiliki keterkaitan satu sama lain , serumpun bak serai, seakar bak pinang,

Di malaysia, bahasa Melayu juga memiliki banyak variasi bahasa Melayu, seperti Kedah, Trengganu,perak dll, khasanah bahasa semenanjung dirangkum secara umum dalam bahasa Melayu yg kental, makanya akan jarang kita melihat masing logat meng klaim logat yg lain sebagai pengembangan bahasa Melayu,

  Dan selanjutnya, bahasa Melayu dijadikan sebagai lingua Franca, karna dianggap memiliki banyak kesamaan dalam kosa kata dan kultur budaya,(al Hagi)

Post a Comment

0 Comments