Ticker

6/recent/ticker-posts

70 Orang Yang Pernah berinteraksi dengan DA Pasien di Duga Covid-19, Sudah selesai diambil Swabnya



Solok Selatan,dutametro.com---Sebanyak 70 orang yang pernah berintegrasi dengan pasien diduga covid-19 bernisial DA itu sudah selesai diambil swabnya.

Termasuk DA sendiri, sudah mau diambil swabnya dan sudah dilakukan isolasi mandiri dirumahnya. Di Jorong Batang Limpauang, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan Sumbar.

Jika sesuai hasilnya kesemua hasil swab itu akan dikirim ke Solok Selatan dan diumumkan selambat lambatnya besok siang, Senin (11/5).

Hal ini disampaikan oleh ketua Gugus covid-19 Solok Selatan Plt Bupati H.Abdul Rahman didampingi juru bicara covid Novirman dan kepala Kalaksa Solok Selatan Ricky Amran, Minggu (10/5).

Lebih jauh Abdul Rahman, pihaknya sangat nerterimaksih kepada semua warga yang pernah berintrogasi dengan DA bahkan secara sukarela mereka mau memeriksa swabnya.

Dan DA sendiri sudah melakukan isolasi mandiri dirumahnya, semua biaya dan kebutuhan DA ditanggung oleh Pemda Solok Selatan melalui Dinas Sosial, mengingat DA istrinya anak dan martuanya juga diisolasi di Padang.

Diharapkan kepada masyarakat dengan adanya tiga orang warga Solok Selatan yang positif Covid-19, mari kita berdoa agar pasien itu sembuh sedia kala dan jangan dijadikan ini sebagai pemisah sesama warga.

Kemudian kita berharap agar hasil tes swab sebanyak 70 orang itu negatif dan terlepas dari wabah virus corona menakutkan ini.

Terkait dengan banyaknya isu isu bahwa sering kali di Pos perbatasan Ulu Suliti kecolongan dari orang orang yang datang diluar Solok Selatan dan Sumbar, Abdul Rahman mengatakan, banyak faktor penyebab sering kecolongan di pos batas.

Pertama kita memiliki dua Pos jaga diarah Alahan Panjang Kabupaten Solok tepatnya di Lubuk Batu Gajah, dulu banyak personil yang ditugaskan disana semua biaya makan minum ditanggung oleh Provinsi, sejak tanggal 26 April tidak ada lagi yang mengurus petugas disana, pihak kita terus mengirim personil TNI dan Polri, tetapi penanggung jawabnya tidak jelas.

dengan tidak adanya kejelasan itu, makanya petugas bekerja setengah hati, itulah penyebanya banyak yang jebol untuk masuk, sehingga Pos yang berada di Ulu Suliti jadi kebingunan.Metriadi


Post a Comment

0 Comments