Ticker

6/recent/ticker-posts

Yudha Putra,PPM Kota Padang Giatkan Mari Bersatu Dan Gotong Royong Lawan Covid-19

Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI (PPM) Pemuda Panca Marga menggelar berbagai aksi sosial dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Peran aktif PPM tersebut diantaranya menyemprotkan disinfektan, pembagian masker dan alat perlindungan diri (APD). "Anggota PPM itu punya pemahaman yang sama dalam mempertahankan NKRI. Karena maju atau tidaknya suatu bangsa maka yang bertanggung jawab adalah bangsa itu sendiri. Tidak ada bangsa lain yang turut serta untuk bisa mempertahankan bangsa itu sendiri," ujar Ketua Keluarga Besar PPM, Yudha Putra di kutip dari keterangan resminya, Selasa 14/4/2020.

 Menurutnya, upaya dan peran serta PPM dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona adalah satu sikap untuk mempertahankan NKRI. Karena peperangan yang akan dihadapi suatu bangsa bukan lagi berhadapan dengan pasukan militer. Karena perang militer sudah berlalu dengan berakhirnya Perang Dunia II. Saat ini perang yang dihadapi suatu bangsa adalah nirmiliter. "Menghadap perang nirmiliter itu bermacam - macam. Satu di antaranya yakni perang melawan penyebaran Covid-19," tandasnya. Oleh karena itu, sambung Yudha Putra, anggota PPM, yang merupakan anak dari para pihak yang mendirikan negara langsung bergerak cepat untuk melakukan bela negara. Apalagi anggota PPM yang tersebar dari Sabang hingga Merauke juga mempunyai sikap dan pemahaman yang sama dalam membela negara. "Upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dilakukan anggota PPM itu bermacam-macam, ada yang menggelar diskusi, membagikan masker, penyemprotan disinfektan. Intinya mengajak semua orang untuk berperan serta melawan Covid-19," paparnya. Yudha Putra menegaskan, saat ini tidak ada lagi istilah super hero untuk melawan penyebaran virus Corona. Oleh karena itu Yudha Putra menyesalkan ada pihak - pihak yang saling menyalahkan terkait dalam penanganan wabah virus Corona. Harusnya dalam situasi menghadapi wabah virus Corona maka semua pihak bersatu dan bekerjasama untuk bergotong royong apa yang bisa dilakukan tanpa harus saling menyalahkan pihak lain. "Mari turun
 rembuk untuk bekerjasama. Hilangkan saling menyalahkan, karena kalau penanganan ini gagal maka yang dirugikan adalah masyarakat. Makanya kita saling sadar diri untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa," jelasnya.

Yudha Putra pun meminta agar tidak saling mengklaim dan merasa super hero dalam menghadapi wabah virus Corona maka jangan ditarik ke dalam ranah politik. Pakai nalar yang baik dan tidak membuat stigma bahwa yang terkena Covid-19 hanya dari ras, kelompok dan agama tertentu. Oleh karena itu para cendekiawan harus berperan dan berpikir untuk melakukan sesuatu yang konkret untuk masyarakat. Sementara terkait Gerakan Sosial PPM juga melibatkan anggotanya juga . Selain itu juga memiliki semangat gotong royong yang tinggi untuk berbuat yang terbaik demi masyarakat. "Kita juga memiliki tanggung jawab untuk tidak merusak citra orang tua.

Kita punya moral untuk membangun bangsa karena maju atau tidaknya suatu bangsa, dari kita sendiri, bukan bangsa lain," tegasnya. Yudha Putra pun meminta agar masyarakat Indonesia, bisa mencontoh masyarakat Korea dan Jepang dalam menghadapi virus Corona. Masyarakat Korea dan Jepang sangat patuh dengan aturan yang ditetapkan pemerintahnya. Sehingga dengan cepat mengatasi wabah Covid-19 tanpa harus berlarut-larut menghadapinya. "Kita punya kekuatan besar yakni gorong royong. Tidak ada masalah besar yang tidak bisa diselesaikan dengan gotong royong. Ini dibuktikan ketika peristiwa 10 Nopember 1945. Kala itu tidak ada yang mengaku super hero tapi bagaimana caranya bisa melawan penjajah,"

Post a Comment

0 Comments