Ticker

6/recent/ticker-posts

Walaupun PSBB Telah Diterapkan,Namun Kegiatan Masyarakat Seperti Biasa Tanpa Pengawasan



-dutametro.com.Solsel- Pemerintah Provinsi Sumatra Barat,telah resmi mengeluarkan keputusan untuk pelaksanaan PSBB untuk beberapa daerah,termasuk kabupaten Solok Selatan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah disepakati bersama pada hari Rabu (22/4),namun sejumlah daerah yang dinyatakan PSBB belum begitu diindahkan oleh masyarakat.

Dalam skala PSBB ini,masih banyak warga berkeliaran dan melaksanakan transasksi jual beli disejumlah pasar rakyat.

Hasil pantauan Media ini disejumlah tirik pasar rakyat,atau pasar tradisional,seperti dipasar Pakan Rabaa KPGD,Padang Aro Sangir kebetulan hari ini Rabu memang aktifitas pasar setiap mingu masih ramai dikunjungi masyarakat seperti biasa,bahkan tidak ada pengawasan dari petugas sedikitpun.

Lain halnya dipasar Muaralabuh,sebetulnya hari ini Rabu tidak ada aktifitas pedagang pasar,namun secara tradisi orang kampung akan memasuki bulan suci Ramadan,pada hari ini Rabu 22/4 merupakan hari terakhir pekan,aktifitas pengunjung jual belipun membludak,mereka tidak menghiraukan apa itu himbauan pemerintah terkait penerapan PSBB.

Barangkali kurangnya sosialisasi pemerintah daerah,sehingga masyarakat tidak mengerti dengan PSBB,ironisnya segitu maraknya wabah kofit corona masyarakat masih banyak yang kepasar tidak memakai masker.

Sejumlah warga yang berbelanja saat dikonfirmasi Media mengatakan,mereka tidak pernah mendapat himbauan yang berarti terkait virus corona ini,apalagi penerapan PSBB,binggung kami pak"Ucapnya.

Seharusnya pemerintah kabupaten,sudah turun bersosialisasi terkait penerapan PSBB ini,bagaimana prosedurnya,informasi PSBB hanya didapat dari mulut kemulut,minim informasi,sekarang yang ada hanya baliho pilkada.

Terkait pasokan kebutuhan menghadapi bulan suci Ramadan,harga kebutuhan pokok ditiga pasar itu tidak begitu melonjak,harga ikan Mas segar masih diangka Rp 25 ribu perkilo,ayam masih Rp 90 per kilonya,Cabe turun menjadi Rp 18 ribu perkilo,daging masih normal Rp120 per kilonya,telur ayam ras sedikit naik menjadi Rp 45 ribu perkarton,karena akibat jalan putus,swhingga pedagang telur harus berputar arah ke Pesisir Selatan sampai ke Muaralabuh"Kata sejumlah pedagang.

Kabag Humas Pemda Solok Selatan.Firdaus Firman,saat dikonfirmasi,pihaknya sudah sering memberikan himbauan terkait wabah virus covid19 ini dan penerapan PSBB,namun masyarakat masih belum menaati dan belum paham juga.

Diharapkan kepada masyarakat Solok Selatan,agar mematuhi himbauan pemerintah mengenai PSBB,pasar tidak akan ditutup,tetapi harus menjaga jarak,pakai masker, jika PSBB ini berjalan sesuai mekanisme wabah penularan atau memurus mata rantai virus ini,segera bisa diatasi.Metriadi

Post a Comment

0 Comments