Ticker

6/recent/ticker-posts

MUI SUMBAR KELUARKAN MAKLUMAT DAN TAUSHIYYAH

dutametro.com.MUI Sumbar Mengeluarkan MAKLUMAT DAN TAUSHIYYAH dengan Nomor  005/MUI-SB/IV/2020 dalam hal merebaknya wabah virus Carona di Sumatera Barat

Kaidah Ushuliyyah

لاضرر ولاضرار و الضرورات تَقَدَّر بقَدْرِها

“Tidak dibolehkan membiarkan kemudaratan, tidak pula dibolehkan perbuatan memudaratkan dan kedaruratan itu dinilai sesuai dengan kadarnya”

 إذا علق الشارع حكمًا بسبب أو علة، زال ذلك الحكم بزوالهما

“Apabila Syari’ menggantungkan hukum dengan sebab atau ‘illat, hukum tersebut hilang bersamaan hilangnya sebab atau ‘illat tersebut”

Kata Buya Gurizal ,Bahwa faktor-faktor yang harus dipertimbangkan sebagai ukuran menetapkan kemudharatan terkait dengan mewabahnya Covid-19 bukanlah hanya berdasarkan jumlah ODP, PDP, maupun orang yang sudah ditetapkan positif terjangkiti Covid-19 atau pelabelan zona dengan warna tertentu  namun juga mempertimbangkan dua faktor lainnya yaitu:

Kemampuan suatu daerah mengantisipasi dampak dari meningkatnya wabah bila ditinjau dari sisi fasilitas medis dan tenaga yang ada.
Potensi penularan dengan tidak terputusnya mata rantai dikarenakan terlambat atau tidak adanya kebijakan karantina wilayah sehingga masuknya orang-orang yang berasal dari daerah berjangkitnya wabah tidak bisa diatasi. Ini berakibat terjadinya percampuran antara orang yang sehat dengan orang yang diduga kuat telah tertular.Rendahnya tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19 ditambah dengan tidak tegasnya pelaksanaan kebijakan physical distancing.ungkap buya gusrizal

Post a Comment

0 Comments