Ticker

6/recent/ticker-posts

Cinta Terlarang Oknum Dewan Sijunjung,Dikecam LKAAM

Mana mungkin selimut tetangga, hangatkan tubuhku dalam kedinginan. Sebait lagu itu, tak berarti bagi oknum anggota dewan Kabupaten Sijunjung. Buktinya, ia tetap menjalin cinta terlarang dengan wanita. Bahkan, video mereka disebuah hotel menjadi viral dan menuai kecaman LKAAM Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, DUTUMETRO.COM
_Keluarnya, surat LKAAM tersebut, berawal, perbuatan Sumbang Salah (Undang Nan 20) di Ranah Beradat. Pasalnya,  oknum anggota dewan di Kabupaten Sijunjung, menjadi aib bagi daerah tersebut. Beredar gambar dan vidionya AB di kamar sebuah hotel bersama seorang wanita.

Dalam vidio tersebut AB berbaju kaos dan bercelana dalam. Ada juga video berdua dengan wanita yang wajahnya ditutupi. Juga juga terlihat gambar tidur berdua. Diduga perempuan tersebut sengaja memotret sendiri dan oknum anggota dewan tertidur pulas.

Melihat video yang beredar ditengah masyarakat itu, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Sijunjung langsung menyurati DPRD Sijunjung, terkait   tersebut.

“Ini merupakan Perbuatan Sumbang Salah (Undang Nan 20) dalam istilah adat Minangkabau,  ‘Takuruang Dibiliak Dalam’, atau dalam ungkapan adat ‘Tapasuntiang Dibungo Kambang’, sebut surat LKAAM beromor : 013/LKAAM-Sjj/II-2020 Muaro Sijunjung, 21 Pebruari 2020 Lampiran : 1 (satu) berkas :

 Pernyataan Sikap LKAAM Kabupaten Sijunjung ditandatangi Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung H. Epiradisman. Dt Panduko Alam. SH dan sekretaris Saldi Nafri Bagindo Kayo, S.Ag, MA, berisikan,  sikap yang diambil lembaga Ninikmamak ini sehubungan dengan beredarnya berita terhadap oknum anggota dewan Kabupaten Sijunjung berupa Vidio dan Foto di hotel Olympic kamar 034 hari Rabu (12/2-2020).

Sehingga,  pengurus LKAAM Kabupaten Sijunjung melakukan rapat khusus Jum'at (21/2-2020) di Muaro Sijunjung, guna pendalaman kejadian terhadap perbuatan mesum oknum Anggota DPRD itu

Disarankan LKAAM, kepada oknum Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung atas inisial 'A, agar bertobat kepada Allah, dan minta maaf kepada masyarakat yang memilihnya pada Pemilu 2019 di Dapil Sijunjung II (Kecamatan Koto VII dan Sumpur Kudus) dan lebih khusus terhadap kaum suku Petopang Kociak Koto Tuo Nagari Tanjung Kecamatan Kota VII serta masyarakat Kabupaten Sijunjung pada umumnya.

Surat yang ditujukan ke DPRD agar dibahas oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD sebagai lembaga terhormat,  juga ditembuskan ke Bupati, KAN se-Kab.Sijunjung dan DPP/DPW/DPC PKB tempat yang bersangkutan asal partai.

Kiranya lembaga adat semakin tepat menyikapi oknum dewan di lembaga terhormat segera menyikapi. Bersebab, ini sudah menjadi konsumsi publik karena dirinya berbuat cela selaku publik figur yang digaji kerjanya lewat anggaran APBD Sijunjung. Apalagi hampir berbarengan nunasa Hari Jadi kabupaten Sijunjung yang ditandai Paripurna Istimewa.

Diujung surat LKAAM, diharapkan kepada Pimpinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai Partai bernuansa Islami pada semua Ttngkatan, agar melakukan tindakan yang lebih arif dan bijaksana. Karena yang bersangkutan telah mengkhianati suara pemilih dan mempermalukan lembaga DPRD Kabupaten Sijunjung yang menjunjung tinggi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Tim

Post a Comment

0 Comments