Ticker

6/recent/ticker-posts

Komisi I DPRD Sumbar Dukung Persiapan DOB Renah Indojati




dutametro.com, (PADANG) -- DPRD Sumbar bakal menyurati Gubernur Sumbar untuk persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Renah Indojati. Surat pada gubernur ini dimaksudkan untuk mempertanyakan kembali rencana dan persyaratan pemekaran daerah di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) ini.

Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Syamsul Bahri saat kunjungan kerja ke Pessel baru-baru ini mengatakan, dengan disuratinya gubernur, ketika moratorium pemekaran daerah dicabut syarat untuk DOB Renah Indojati akan dimasukkan. Diakuinya, sampai saat ini belum ada keputusan terkait pencabutan moratorium tersebut. Namun, tak ada salahnya persiapan itu dilakukan sejak dini.

"Kran pencabutan moratorium itu belum dicabut. Tapi kita mesti siapkan. Karena kapan saja moratorium itu bisa dicabut," ujarnya.

Syamsul Bahri juga menyebutkan, lobi kepala daerah juga mesti dilakukan agar pencabutan moratorium pemekaran bisa dilakukan. Pasalnya, untuk Pessel sendiri memiliki wilayah yang luas. Kalau ingin layanan pemerintah daerah lebih maksimal pada masyarakat, tentunya bisa dilakukan dengan pemekaran daerah.

Anggota Komisi I DPRD Sumbar lainnya, Bakri Bakar juga setuju kalau persiapan DOB Renah Indojati tetap disiapkan. Katanya, pencabutan moratorium itu bisa terjadi kapan saja. "Ketika dicabut, kita masukkan syaratnya. Tak perlu lagi menyusun lagi," kata dewan asal Pessel ini.

Sekkab Pessel, Erizon menyebutkan, keinginan masyarakat Pessel khususnya di bagian selatan terus disampaikan ke Pemkab Pessel. Salah satu alasan pemekaran adalah wilayah yang luas. Saat ini, luas Kabupaten Pessel termasuk yang paling luas di Sumbar, yakni 6.049,33 kilometer persegi. "Kita saat ini daerah paling luas di Sumbar," katanya.

Dengan wilayah yang luas, tentu mempengaruhi pelaksanaan pemerintahan ke masyarakat. Untuk persiapan pemekaran, Pemkab Pessel sendiri telah melakukan berbagai upaya secara bertahap sejak beberapa tahun belakangan. Seperti pembuatan peta batas daerah pemekaran, pembangunan pasar regional yang terletak di Tapan.

Pasar tadi, kata Erizon, nantinya juga dapat digunakan oleh pedagang dan masyarakat dari Bengkulu. Selain itu, Pemkab Pessel juga sudah membangun Rumah Sakit Pratama di Tapan. Puskesmas juga sudah melayani rawat inap dan fasilitas kesehatan lainnya.

Bahkan, saat ini di bagian selatan Pessel, juga sudah ada kantor perwakilan pemerintah daerah. Kemudian juga sudah dilakukan revisi RTRW yang mengacu pada persiapan pemekaran nanti. Tak kalah penting, masyarakat di daerah rencana pemekaran sudah menghibahkan tanah mereka yang nantinya bisa dibangun fasilitas pemerintah daerah.
"Bupati Hendrajoni begitu konsen dengan persiapan pemekaran ini. Jadi jika moratorium pemekaran dicabut pemerintah, maka persyaratan dan persiapan sudah siap," tukasnya. (adv)

Post a Comment

0 Comments