Ticker

6/recent/ticker-posts

Lagi lagi Andre Rosiade.Jadi bahan Perbincangan

Padang.Bukan Andre Rosiade namanya jika tidak selalu menjadi bahan pemberitaan awak media. Setelah bersitegang urat leher dan jempol dengan politisi senior PKS Tifatul Sembiring di lini masa, kali ini, politisi muda asal Minang itu kembali menorehkan catatan di buku perjalanan hidupnya. Andre menginisiasi langkah penyelamatan klub sepakbola kebanggaan "Urang Awak" PS. Semen Padang.

Tengah pekan silam, Andre mengajak Komisaris Semen Padang dan juga wartawan senior Khairul Jasmi, Andre menggelar pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Kantor Menteri BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Erick menjanjikan akan membantu upaya penyelamatan PS Semen Padang. Memang tidak perlu waktu lama, pada Jumat pekan lalu, Erick langsung memberikan jawaban dengan memanggil Dirut Semen Indonesia dan KJ dann disepakati Semen Indonesia menyiapkan dana Rp. 11 Miliar, sementara sisa kebutuhan biaya akan ditutupi dengan penggalangan dana melalui kontrak sponsorhip.

Namun, langkah Andre bukan tanpa rintangan, ia tetap saja dan bahkan berkali kali dituding memanfaatkan isu Semen Padang untuk kepentingan pribadinya dan juga pencitraannya sebagai anggota DPR dari sebuah partai politik yang menang telak di Sumbar. Tudingan yang amat menyakitkan ditengah upaya kerasnya menyelamatkan nasib klub sepakbola itu.

Konon, beberapa waktu silam, sempat ada wacana bahwa klub Semen Padang akan djual kepada pihak yang berminat agar tidak lagi membebani keuangan PT Semen Padang selaku induk perusahaan. Kenapa? karena hitungan kasar saja, biaya yang dibutuhkan oleh selama mangarungi satu musim kompetisi bisa mencapai Rp. 20 Miliar Rupiah.

Andre bergerak cepat, sebagai fans klub sepakbola kebanggaan kampung halamannya, ia mendatangi Erick Thohir dan meminta kesediaan Meneg BUMN yang juga penggemar bola itu untuk mau mensupport klub agar tetap bisa eksis. Kini ditengah upaya yang sudah mulai menampakkan hasil, ia justru dituding mempolitisasi Semen Padang. Sebuah tudingan sesat dan tendensius.

Seharusnya mereka (para penuding) itu bersyukur dan berterima kasih kepada Andre. Berkat loby dan kedekatanya dengan Erick Thohir, Semen Padang FC bisa mendapatkan suntikan dana dan bersiap untuk mengarungi kompetisi Divisi II PSSI musim depan.

Lalu munculah pertanyaan, kemana pihak lain dalam upaya ini, kemana Gubernur Sumbar?, Walikota Padang?, para elit daerah di Sumbar terkesan menutup mata atas apa yang menjadi masalah di klub sepakbola yang sudah menjadi milik bersama masyarakat Sumbar itu. Bolelah berdalih bahwa sepakbola tidak bisa lagi menikmati dana APBD, tapi kan ada usaha lain yaitu menjalin lobi dan komunikasi dengan pengusaha dan investor agar mereka mau menjadi sponsor bagi klub. Itu sepertinya tidak terjadi. Entahlah, mungkin juga tidak mereka pikirkan. Andre resah sendiri, ia mencari jalan sendiri dan berhasil.

Semen Padang FC memang bernasib naas, semusim berada di Liga 1, klub yang pernah menjuarai Liga Indonesia dan ikut beradu taji di Piala Winner Asia itu kini harus berjibaku di Liga 2, sebuah kompetisi kelas dua di liga sepakbola nasional.

Dan satu lagi, dengan dimulainya pembenahan klub maka kita harapkan upaya ini dapat berjalan mulus dan membuah hasil yang memuaskan. Tidaklah salah jika pada kompetisi Liga 2 musim 2020 - 2021 mendatang, manajemen menetapkan target Juara agar bisa berlaga dan beradu gengsi kembali ke Liga 1 sebagai klub sepakbola.

Sebuah target yang realistis jika melihat peta persaingan di Liga 2. Apalagi kini, sebuah kabar baik datang dari pemain asal Korea Selatan Yoo Hyun-goo yang terang terangan berkeinginan untuk kembali ke Bukit Karang Putih sebagai pemain. Memang terdapat ganjalan bahwa aturan di Liga 2 tidak dibolehkan adanya pemain asing, namun hal itu akan segera diatasi.

Yoo Hyun-goo mendatangi Andre Rosiade pada pekan lalu saat anggota DPR di Jakarta. Pemain asal Korea yang sudah sepuluh tahun bekerja dan berdomisili di Indonesia tersebut berkeinginan untuk alih kewarganegaraan. Ia mengajukan proses naturalisasi menjadi WNI.

Lagi lagi, Andre bekerja cepat, jika tidak ada halangan, pada Selasa pekan depan, Yunkoo akan dipertemukan dengan anggota Komisi III daru Frsksi Partai Gerindra guna beraudiensi dan secara resmi memasukkan berkas naturalisasinya ke Dirjen Imigrasi Kemenkumham.

Dan patut dikehahui, Yunkoo adalah nasabah PT Asuransi JIwasraya dan ia turut menjadi korban dari kasus korupsi di perusahaan asuransi pelat merah yang kini ditangani serius oleh Kejaksaan Agung tersebut. Andre adalah anggota DPR RI yang pertama kali berteriak soal adanya dugaan korupsi di perusahaan tersebut. Yunkoo bukan korban pertama yang mengaduk ke Andre karena merasa dirugikan selama sepuluh tahun menjadi nasabah, ia adalah korban kesekian dan berharap uangnya bisa kembali. Dan Andre adalah harapannya untuk bisa membantu.

Jadi masihkah akan membully Andre ?, ada baiknya pikir lagi sebanyak tujuh kali. Ia berbuat banyak, sementara kita nyinyir saja yang bisa. Hehehehee.alfis.


Post a Comment

0 Comments