Ticker

6/recent/ticker-posts

Kasus “Gedung IPDN” Terus Berkembang



dutametro.com, (JAKARTA) — KPK kembali memanggil mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraeni, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung kampus IPDN. Diah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom, tersangka kasus korupsi pembangunan sejumlah gedung Kampus IPDN, termasuk Gedung Kampus IPDN Sumbar.

Dudy Jocom sendiri adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri. Diah sebelumnya juga pernah dipanggil KPK pada Rabu 22 Januari 2020. Namun, Diah saat itu tidak memenuhi panggilan KPK.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom)," sebut pelaksana tugas (Plt) Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (28/1), seperti dilansir oleh detikcom.

Perihal kasus yang menjerat Dudy Jocom sendiri, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Pertama, Dudy Jocom yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek gedung IPDN di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Utara (Sulut).

KPK juga menetapkan Kepala Divisi Gedung PT Waskita Karya, Adi Wibowo, sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung kampus IPDN di Sulsel. Kemudian, KPK menetapkan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek gedung kampus IPDN di Sulut.

KPK menduga, ada kesepakatan pembagian pekerjaan antara PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya yang dilakukan sebelum lelang. Dudy diduga meminta fee sebesar 7 persen atas pembagian pekerjaan tersebut. Dudy kemudian diduga meminta pembuatan berita acara serah terima pekerjaan 100 persen pada 2011, agar dana bisa dicairkan. Padahal, pekerjaan belum selesai.

"Dari kedua proyek itu, diduga negara mengalami kerugian total setidaknya Rp21 miliar, yang dihitung dari kekurangan volume pekerjaan pada dua proyek tersebut. Proyek pembangunan kampus IPDN Sulawesi Selatan Rp11,18 miliar, dan Sulawesi Utara Rp9,3 miliar," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018) lalu.

Dudy juga menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus IPDN di Sumbar dan Riau. Dalam kasus itu, Ia telah divonis bersalah di kasus korupsi pembangunan Gedung Kampus IPDN Sumbar dan dihukum 4 tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan. (dm)

Post a Comment

0 Comments