Ticker

6/recent/ticker-posts

Bisnis Prostitusi Berkedok Lontong Malam


dutametro.com, (PADANG) — Praktik prostitusi oleh ibu dan anak, H (54) dan D (30), di Jalan Adinegoro Kota Padang, telah terendus sejak lama oleh warga setempat. Penggerebekan terhadap lokasi prostitusi berkedok kos-kosan itu pun disambut baik oleh warga, yang menilai keberadaannya sudah sangat meresahkan.

Salah seorang warga yang enggan namanya ditulis menyebutkan, tersangka H dalam kesehariannya memiliki usaha berjualan lontong malam yang buka dari malam hingga menjelang Subuh. Ia pun mengaku tak heran lokasi itu menjadi target operasi penggrebekan oleh polisi atas dugaan sarang prostitusi. 

“Sudah meresahkan masyarakat. Aktivitas di sana memang selalu ramai saat malam. Lelaki banyak yang keluar masuk rumah itu. Perempuan juga. Dulu, kakak saya sebagai RT pernah mengingatkan agar pendatang seharusnya melapor. Ketua RT yang sekarang pun rasanya tahu, tapi tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa apa-apa. Tempat itu bekingannya kuat,” sebut warga itu.

Ia mengatakan, H dikenal sebagai orang yang sangat tertutup. Meskipun ia merupakan warga asli di kawasan itu, tetapi jarang berinteraksi dengan tetangga. Pengungkapan kasus ini, baginya, mewakili keresahan masyarakat selama ini.

Warga lain yang juga enggan menyebutkan namanya memberikan informasi, bahwa di kediaman tersangka terdapat enam kamar yang dijadikan kamar kos-kosan. Setahunya, dulu aktivitas yang berlangsung di rumah itu hanya penyediaan jasa pijat. “Memang sudah bertahun-tahun. Dulu tempat pijat, tapi ternyata lebih dari itu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Syainal Arifin, ikut membenarkan bahwa rumah H telah lama menjadi lokasi prostitusi. Ia juga menyebutkan, tempat itu sering menjadi sasaran penggerebekan hingga dilakukan penyitaan barang bukti. Namun, tak lama berselang selalu kembali beroperasi. 

“Kalau setahu saya, sudah ada sekitar tiga kali penggrebekan. Ini bukan pertama kali. Tapi jangan bilang seolah-olah kami (warga) kecolongan, enggak mungkin kami mengawasi langsung,” katanya. 

Sebelumnya, H dan D ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan oleh jajaran Polda Sumbar. Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Imam Kabut Satriadi mengatakan, untuk menghilangkan akan bisnis esek-eseknya, tersangka memainkan modus menjual makanan di depan rumah.

“Aktivitas prostitusi yang dijalankan ibu dan anak itu sudah berjalan sejak empat sampai lima bulan belakangan. Para wanita “dijual” tersangka kepada para lelaki dengan bayaran rata-rata Rp300 ribu,” sebut Imam, Selasa (14/1).

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus dugaan praktek prostitusi itu. Kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka juga dijerat undang-undang perlindungan anak. Di antaranya, pasal 76, pasal 88 undang-undang nomor 35 tahun 2014, pasal 2 dan pasal 17 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. (*)

Post a Comment

0 Comments