DIBUTUHKAN:
Kami perusahaan yang bergerak dibidang penerbitan
media koran dan media online, membutuhkan
Biro untuk perwakilan di kabupaten / kota di seluruh
indonesia. Jika anda berminat hubungi:
MAIRIZAL: 081364368669 (whastapp)
SUCI MARTIA: 082170567303



dutametro.com, (SAWAHLUNTO) -- Lambannya pengerjaan proyek paket peningkatan Jalan Guguk Cino-Sawahlunto (lapangan segitiga) P38 Kota Sawahlunto memunculkan kekhawatiran warga khususnya di sekitar ruas Pasar Baru, Kelurahaan Durian I dekat Saung Idang Cafe. Warga khawatir memasuki musim penghujan ini akan membuat tanah atau rumah longsor akibat tergerus air hujan.

"Sudah banyak warga yang mengeluhkan dan memposting di sosial media yang menyatakan respon negatif terkait lambatnya pekerjaan oleh PT Berakit Jaya itu. Pengalihan jalan ke ruas Tangsi Gunung-Sapan, jika terlalu lama juga akan berkibat rusaknya jakan alternatif tersebut," kata M Syahrial (37), salah seorang warga yang tak jauh dari lokasi proyek itu.

Dia meminta, dinas terkait, yakni PU Sumbar dan PU Sawahlunto agar segera turun dan melakukan teguran agar jalan tersebut segera selsai dikerjakan. Dia menilai, jalan alternatif yang dilalui sekarang tidak layak untuk dilewati kendaraan besar.

"Jika terlalu lama selesainya, berkemungkinan semua jalan altetnatif akan rusak parah dan membahayakan kepada pengendara yang melintas," katanya.

Pelaksanaan proyek jakan yang dilakukan oleh Berakit Jaya di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumbar itu memasuki akhir tahun kalender pelaksanaan atau pekan pertama Desemner, volume pekerjaannya masih 60 persen. Berakit Jaya masih melakukan pembenahan dan penimbunan ruas jalan, bahkan dam penahan ruas jalan Pasar Baru di depan Saung Idang Caf√©, Kelurahaan Durian I, belum rampung.

Lambatnya pelaksanaan pekerjaan itu tidak ditampik oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sawahlunto, Maizir. Namun, Maizir tidak bisa banyak berkomentar, karena pekerjaan ini di bawah Dinas PUPR Provinsi Sumbar.

"Jika mau tahu sejauhmana pelaksanaan dan pencapaian pekerjaan ini, silahkan langsung konfirmasi ke pihak provinsi," katanya.

Sementara Proyek  bernomor kontrak: 620/91/KTR-BM/2019 tertanggal 02 Juli 2019 bernilai Rp4.247.359.671,47 yang diawasi pihak konsultan pengawas PT Triartha Nus Engenering itu juga dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Provinsi Sumbar, Tommy.

"Memang baru 60 persen volume kerja proyek ini. Namun, pihak rekanan menyanggupi dengan waktu yang tersisa untuk menyelesaikannya," ujar Tomi, saat dihubungi melalui saluran ponselnya.

Pekerjaan ini, sebutnya, tetap dimonitoring dan didorong untuk percepatan dalam penyelesaiannya. Saat ini, pihaknya terus berada di lapangan agar rekanan dapar menyelesaikan sesuai waktu kontrak. (*)

0 komentar:

Post a Comment

 
Top
Selamat datang di Website www.Dutametro.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Mairizal,SH