Ticker

6/recent/ticker-posts

Tingkatkan Ketahanan Keluarga, P2TP2A Gelar Sosialisasi



dutametro.com, (PADANG PANJANG) -- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kota Padang Panjang melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menggelar sosialisasi kebijakan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Sosialisasi ini digelar, bertujuan untuk memotivasi semua masyarakat agar meningkatkan pelayanan gerakan untuk pengentasan atau pengurangan kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Padang Panjang, dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama terhadap masalah yang dihadapi perempuan dan anak.

Plt Kepala DPPKBPPPA Arkes Refagus menuturkan, bahwa kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak semakin hari makin banyak kasus yang dilaporkan. Maka dari itu, ia memulai gerakkan pengentasan, pengurangan kasus-kasus pada perempuan dan anak-anak. 

"Tujuan dari sosialissai yang sudah beberapa kali digelar, sebagai salah satu upaya mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, serta mencegah permasalahan tentang yang berkaitan dengan kejadian sosial kaum perempuan dan anak sehingga perlu pemantapan," ujar Arkes Refagus.

Pembentukan P2TP2A yang diatur Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, nomor 5 tahun 2010 tentang pembaruan pembentukan, pengembangan pusat layanan terpadu adalah salah satu unit kerja fungsional yang menyelenggarakan layanan terpadu untuk sanksi atau korban tindak kekerasan.

Dikatakan Arkes Refagus, karena begitu pentingnya P2TP2A maka ada beberapa hal yang perlu ditegaskan, di antaranya pelaksanaan teknis kegiatan P2TP2A ini untuk fokus mengupayakan keberpihakan kita dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Bumi Serambi Mekah.

"Di sini hak-hak ibu dan hak anak-anak akan diperjelas dan tidak sembarangan berbuat hal-hal yang dapat merugikan orang lain, misalnya kesewenangan suami memukul istri, orangtua memukul anak kandungnya, sehingga melalui wadah ini kita memberi pemahaman dan pencegahan," tuturnya.

Pusat layanan P2TP2A merupakan wahana nasional untuk mewujudkan pemberdayaan perempuan berbagai layanan fisik, informasi untuk memujudkan konsultasi dan pengikatan serta keterampilan dalam kegiatan lainnya.

Lebih jauh Arkes Revagus mengatakan, P2TP2A merupakan suatu wadah untuk pencegahan dan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak. Di mana pedoman pelaksanaan berdasarkan peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, nomor 1 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

“Dengan mengacu pada SPM tersebut, seluruh pihak yang terkait pada pelayanan perempuan dan anak korban kekerasan, agar dapat bekerja maksimal dalam melakukan pelayanan yang efektif, bersinergi dan berkesinambungan, serta senantiasa mengutamakan pencegahan kemudian penanganan dan pemberdayaan pada korban kekerasan,” paparnya. (*)

Post a Comment

0 Comments