Ticker

6/recent/ticker-posts

SEMEN PADANG, Menang Atau Malang



dutametro.com, (MAGELANG) -- Semen Padang bertekad meraih kemenangan saat bertandang ke markas PSIS Semarang dalam pertandingan pekan ke-32 kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (13/12/2019) malam. Pasalnya, raihan tiga poin akan membawa tim Kabau Sirah menjaga asa tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tahun depan.

Sebaliknya, jika Semen Padang takluk dari PSIS pada laga Jumat malam, maka bisa dipastikan mereka akan bermain di kompetisi Liga 2 pada tahun 2020. Pelatih kepala Semen Padang, Eduardo Almedia menyebut timnya datang ke Magelang untuk meraih tiga poin walaupun tidak melakukan persiapan khusus dalam laga hidup mati kali ini.

"Untuk pertandingan besok kami melakukan hal yang sama seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, tidak banyak perubahan, kami datang dan kami percaya tetap stay di Liga 1. Untuk itu kami harus menang dan target kami adalah mendapatkan tiga poin di Magelang," tutur Eduardo Almeida kepada awak media saat jumpa pers, Kamis (12/12), sebagaimana dikutip dari indosport.com.

Semen Padang saat ini masih terjerembab di zona degradasi dengan raihan 31 poin dari 32 pertandingan yang sudah dijalani musim ini. Tim asal Sumatera Barat ini memiliki selisih tujuh poin dengan dua tim terbawah di zona aman yakni Persija Jakarta dan Tira Persikabo. Namun untuk merealisasikan target yang diinginkan juga tidak akan berjalan mudah, pasalnya PSIS sebagai tuan rumah tengah dalam tren positif saat bermain di partai kandang.

Laskar Mahesa Jenar dalam empat partai kandang terakhir selalu meraih kemenangan saat menghadapi PSS Sleman, Bali United, PSM Makassar, dan Arema FC. Apalagi anak asuh Bambang Nurdiansyah juga masih berupaya untuk memenuhi target yang diberikan oleh manajemen klub untuk finish di delapan besar saat akhir kompetisi Liga 1 2019.

Manajemen PSIS Semarang sendiri cukup lega karena pemainnya tidak ada yang mengalami hukuman akumulasi kartu kuning saat menjamu Semen Padang. Kondisi ini tak pelak membuat pelatih Bambang Nurdiansyah, akan lebih mudah dalam berinovasi untuk menyusun strategi permainan melawan sang tamu.

"Alhamdulillah pemain kami tak ada yang mengalami hukuman akumulasi kartu. Tentunya cukup positif bagi kami yang mengincar kemenangan atas Semen Padang. Tak adanya pemain yang terkena akumulasi kartu membuat pelatih lebih mudah berinovasi dan menentukan pemain-pemain yang akan turun nanti, apalagi seluruh penggawa tim tengah bersemangat setelah menang besar atas Arema FC," tutur General Manager PSIS, Wahyu Winarto.

Praktis, dalam laga melawan Kabau Sirah, PSIS hanya tidak diperkuat oleh Claudir Marini Jr. yang masih berkutat dengan cedera betis. Dia diketahui mengalami benturan cukup keras saat menghadapi PSM Makassar dalam pertandingan terdahulu. Namun, absennya Claudir Marini tidak membuat manajemen PSIS Semarang khawatir, pasalnya pemain depan tim asal Ibukota Jawa Tengah tersebut tengah dalam tren positif dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Marini memang belum bisa main, namun saya pikir pemain depan lainnya juga siap untuk menghadapi pertandingan. Di sana masih ada Hari Nur Yulianto, Bruno Silva, Septian David, Bayu Nugroho, dan Komarodin," pungkas Liluk.

PSIS Semarang menargetkan kemenangan atas Semen Padang karena mereka masih optimistis bisa finis di posisi delapan besar klasemen akhir Shopee Liga 1 2019. Itulah target yang ditentukan manajemen di awal musim ini.

Kapten PSIS Semarang, Wallace Costa mengingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai Semen Padang. PSIS akan menjalani pekan ke-32 Shopee Liga 1 2019 menjamu Semen Padang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (13/12). Menurut Costa, Semen Padang berpeluang menjadi batu sandungan PSIS demi bertahan di Liga 1 2019. Semen Padang masih punya harapan lolos dari degradasi meskipun tipis.

Semen Padang meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir. Menurut Costa, itu cukup menjadi ukuran Semen Padang sedang dalam tren bangkit. Selain itu, Semen Padang punya modal mengalahkan PSIS pada pertemuan pertama di Padang. Gol tunggal Irsyad Maulana pada menit-menit akhir, menyudahi perlawanan PSIS.

"Ini akan menjadi laga yang menarik dan tidak mudah. PSIS Semarang butuh kemenangan demi bertahan di Liga 1, demikian pula Semen Padang yang jika kalah berarti akan turun ke Liga 2," ungkap Wallace Costa.

Bek asal Brasil ini berharap PSIS Semarang menjaga aura positif dan motivasi bertanding, seperti dalam laga sebelumnya. PSIS menang telak 5-1 atas Arema FC (8/12/2019). Hasil tersebut secara langsung membuat semangat pemain PSIS berlipat.

"Semen Padang sedang menunjukkan mental kuat dengan hasil bagus di beberapa laga terakhir. Setidaknya kami harus kembali bermain seperti melawan Arema kemarin," tegas mantan pemain Persela Lamongan ini. (*)

Post a Comment

0 Comments