Ticker

6/recent/ticker-posts

KPM Lubuk Sikaping Bedah Rumah Warga Miskin



dutametro.com (PASAMAN) -- Komunitas Peduli Masyarakat (KPM) Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, kembali melaksanakan bedah rumah sistem swadaya. Untuk 2019, program komunitas ini menyasar rumah warga di Nagari Jambak. 

Juru bicara komunitas tersebut, Zul Asmar, Senin (30/12) mengatakan bahwa dana program bedah rumah itu seratus persen bersumber dari sumbangan masyarakat. "Ini merupakan rumah yang ke-27 yang berhasil kami laksanakan pembangunannya sejak 1991 dengan memanfaatkan murni sumbangan masyarakat," katanya. 

Menurutnya, untuk satu unit rumah tersebut pihaknya menghabiskan dana hingga mencapai Rp20 juta rupiah dengan posisi layak huni. Tak hanya di kawasan Lubuk Sikaping, pihaknya juga telah mengembangkan sasaran hingga kecamatan lain di daerah itu, antara lain Kecamatan Rao dan sekitarnya.

"Kami hanya membeli bahan material dan sedikit uang lelah bagi beberapa orang tukang bangunan, sisanya dilakukan dengan cara bergotong royong," jelasnya.

Terkait sasaran sumber pembiayaan, menurutnya, keseluruhan berasal dari para penyumbang. Donatur berasal dari berbagai latar belakang dengan nilai sumbangan bervariasi, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp5 juta juga ada. 

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Jambak, Masfuri (70) mengatakan, sejak program tersebut diluncurkan diakui telah memberi manfaat besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Terkhusus, bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni. 

"Bahkan pada 2001, Ali Marwan Hanan, Menteri Koperasi UKM, pada era itu pernah datang langsung untuk meletakkan batu pertama salah satu rumah yang dibedah, beliau sangat menilai positif kegiatan ini," ucapnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini program tersebut telah mampu memberikan manfaat lebih bagi masyarakat penerima meskipun hanya dilakukan dalam skala kecil dari kelompok masyarakat dan tanpa adanya bantuan dari negara.

"Semangat bergotong royong, terpa selira dan rasa kebersamaan sesuai amanat Pancasila sangat kental terasa dalam program ini. Salah satunya terlihat dari daftar penyumbang yang beragam dan berasal dari berbagai etnis dan agama yang diakui di negara kita," tegasnya. (dm)

Post a Comment

0 Comments