Ticker

6/recent/ticker-posts

Kapolda Tunaikan Ganti Rugi Tahanan Meninggal



dutametro.com, (BUKITTINGGI) — Di ujung masa tugasnya sebagai Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal menunaikan pembayaran ganti rugi bagi keluarga sejumlah korban yang meninggal saat menjalani penahanan oleh kepolisian di wilayah hukum Polda Sumbar. Ia berharap, kejadian yang menimpa para korban menjadi pelajaran bagi setiap polisi, agar bertugas sesuai standart operating procedure (SOP) yang berlaku.

Pada Kamis (12/12), Irjen Fakhrizal menyerahkan ganti rugi kepada orang tua Almarhum Eric Alamsyah, korban tahanan yang meninggal dunia akibat penganiayaan oleh oknum polisi di tahanan Polsek Kota Bukittinggi pada 2012 silam. Ganti rugi sebesar Rp100,7 juta itu diserahkan oleh Kapolda Fakhrizal, didampingi Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso di Aula Mapolres Bukittinggi.

Alm. Erick Alamsyah sendiri adalah korban penganiayaan beberapa oknum petugas kepolisian pada 2012 silam. Eric yang saat itu berusia 21 tahun menjalani penahanan atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Sebelum Eric, Irjen Fakhrizal juga menyerahkan ganti rugi senilai Rp300 juta kepada keluarga korban yang meninggal dalam tahanan di wilayah hukum Polres Pasaman. Selain itu pada Jumat depan, jenderal bintang dua itu akan menyerahkan ganti rugi Rp500 juta kepada keluarga korban meninggal dalam tahanan di wilayah hukum Polres Sijunjung, yang rencananya akan berlangsung di Mapolda Sumbar.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengimbau agar rangkaian kejadian meninggalnya tersangka kriminal di dalam tahanan, dapat menjadi pelajaran bagi petugas kepolisian ke depan. “Kita tidak ingin kejadian-kejadian ini terulang lagi. Penangkapan itu ada SOP-nya. Jika ada kejadian kembali, tentu akan ada sanksi tegas kepada petugas nantinya,” kata Fakhrizal kepada wartawan.

Kapolda juga mengingatkan agar para petugas kepolisian, termasuk yang berdinas Mapolsek di seluruh Sumbar, untuk bekerja sesuai aturan. Penyerahan ganti rugi sendiri dilakukan setelah keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA). “Yang jelas kita ada SOP-nya, jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Sebelum tugas saya berakhir di Polda Sumbar, semua kasus ini akan saya selesaikan," sebutnya lagi.

Sementara itu, orang tua Alm. Eric, Alamsyahfudin, usai menerima ganti rugi itu juga berharap agar kasus yang menimpa anaknya tidak terjadi lagi di kemudian hari. “Dulu anak saya diajak sama temannya ke Bukittinggi. Kita dapatkan informasi dia ditangkap karena terlibat curanmor. Tahu-tahunya dikabarkan sudah meninggal. Saya sangat menyayangkan kejadian itu, semoga tidak terulang lagi,” sebutnya singkat. (*)

Post a Comment

0 Comments