Ticker

6/recent/ticker-posts

KAN dan Bundo Kanduang Dikukuhkan



dutametro.com (AROSUKA) — Keberadaan Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Bundo Kanduang (BK) sebagai sebuah lembaga berhimpun para ninik mamak dan kaum ibu sebagai pemuka adat di nagari dipandang sangat strategis dalam memberikan pencerahan kepada generasi muda, terutama dalam memberikan pemahaman filosofi Adat Basandi Syara-Syara Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“KAN dan Bundo kanduang diharapkan membantu menggerakkan kegiatan magrib Aquran dan subuh berjemaah sebagai upaya membangun kehidupan yang berlandaskan kepada adat ABS-SBK di tengah masyarakat,” ujar Sekda Kabupaten Solok, Aswirman, menyemangati pengukuhan pengurus KAN dan Bundo kanduang Nagari Kotobaru periode 2019-2024 di Lapangan Balai Adat Nagari setempat, Minggu (29/12).
Sekda menyebutkan, untuk menunjang kegiatan KAN dan BK di nagari, pemerintah nagari diminta untuk mengalokasikan anggaran yang memadai untuk kedua lembaga nagari tersebut. “Dengan alokasi anggaran yang memadai, kita harapkan KAN dan BK bisa berbuat banyak dengan program yang tentunya diharapkan menjadi benteng nagari dari berbagai pengaruh yang datang dari luar yang akan merusak tatanan kehidupan masyarakat nagari,” katanya.
Prosesi pengukuhan KAN dan Bundo Kanduang nagari tersebut berlangsung khidmat. Para ninik mamak pengurus KAN dan kaum ibu pengurus Bundo Kanduang mengenakan baju kebesaran adat Nagari Kotobaru. Selain Sekda, turut hadir dalam kegiatan itu Camat Kubung, Ahpi Gusta Tusri, Kapolsek Kubung, Pj Wali Nagari Kotobaru, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Nosa Eka Nanda, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Sementara itu, Ketua KAN Periode 2019-2024, Nofiarman Dt Palindih, menyebutkan, tugas dan amanah yang diemban oleh pengurus KAN ke depan akan semakin berat dan penuh tantangan. Hal ini dipicu oleh gencarnya pengaruh dari luar yang masuk ke nagari yang berpenduduk terpadat di kabupaten Solok itu. “Anak dipangku kamanakan dibimbiang, urang kampuang dipatenggangkan, kana nagari jan binaso,” ucap mantan Wali nagari Kotobaru ini.
Atas alasan itu, dirinya meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat baik yang ada di dalam nagari maupun yang ada di perantauan untuk selalu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas-tugas KAN di nagari. “Melaksanakan, mempertahankan dan mengembangkan ABS - SBK merupakan kewajiban ninik mamak yang tak bisa ditawar-tawar dalam mewujudkan hakekat hidup di nagari,” ujar Nofiarman.
Terbentuknya kepengurusan KAN dan Bundo Kanduang nan baru di nagari bekas Ibu Kota Kabupaten Solok itu turut mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Berbagai harapan tertumpang kepada pengurus baru. Terutama bagaimana 9 rekomendasi yang lahir dari kegiatan duduk baropok nagari yang digelar selepas lebaran lalu bisa menjadi pertimbangan dalam menjalankan program di nagari.
“Kami sangat khawatir, prihatin dan cemas dengan gejala yang terjadi dalam berbagai aspek kehidupan di masyarakat nagari hari ini, yang dikhawatirkan akan mengancam tatanan kehidupan Nagari Kotobaru sebagai satu kesatuan hukum adat dan pemerintahan. Saat ini harapan untuk memperbaikinya tertumpang kepada KAN sebagai lembaga ninik mamak beserta pengurusnya yang baru,” ujar tokoh perantau, Prof Dr Irsal Las melalu pesan whatsaap-nya. (dm)

Post a Comment

0 Comments