Ticker

6/recent/ticker-posts

AHMAD DHANI BEBAS



dutametro.com (JAKARTA) Penyambutan kepulangan Ahmad Dhani di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Senin (30/12/2019) berujung ricuh. Sempat berlangsung kondusif dengan lantunan salawat, prosesi penyambutan Dhani yang datang dikawal rombongan massa berjumlah besar menimbulkan kericuhan.

Lantaran keterbatasan tempat, aksi saling dorong antara awak media dengan massa pendukung Ahmad Dhani tidak terhindarkan. Suasana bahkan sempat memanas ketika awak media dengan massa pendukung Ahmad Dhani terlibat adu mulut lantaran tidak mendapat kesempatan mengabadikan gambar.
Beruntung, ketegangan mereda setelah salah satu panitia penyambutan kepulangan Ahmad Dhani berusaha menjadi penengah.
Tak lama berselang, sesi konferensi pers kebebasan Ahmad Dhani pun dimulai. Membuka konferensi pers, Hendarsam Marantoko selaku kuasa hukum memastikan masa hukuman Dhani sudah berakhir.
“Mas Dhani bisa fokus berkumpul bersama keluarga,” tuturnya.
Sementara dari Ahmad Dhani, tidak banyak pernyataan yang dia sampaikan. Pentolan Dewa 19 hanya mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah memenjarakan dirinya.
“Hari ini saya tidak banyak statement. Saya cuma mengucapkan dua kalimat saja. Pertama, bahwa selain keluarga saya, penjara adalah anugerah terbaik dari Allah. Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada pelapor, kepada polisi jaksa dan hakim yang sudah membuat saya terpenjara,” kata dia.
Setelah itu, Ahmad Dhani juga memastikan dirinya tetap akan melanjutkan karier di politik sekalipun sudah merasakan dinginnya penjara.
Ahmad Dhani tersangkut kasus ujaran kebencian setelah dilaporkan Jack Boyd Lapian pada 2017. Ketika itu, Dhani menuliskan kata-kata yang dianggap memprovokasi para pengguna media sosial di tengah panasnya suasana Pilkada DKI.
Ahmad Dhani telah menjalani masa pidana pertamanya selama satu tahun dengan keputusan MA No 2048K/PID.Sus/2019 tanggal 28/01/219 dan mendapatkan remisi umum susulan 2019 sebesar 1 bulan. Ahmad Dhani ditetapkan bersalah oleh pengadilan karena melanggar Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.  (*)

Post a Comment

0 Comments