DIBUTUHKAN:
Kami perusahaan yang bergerak dibidang penerbitan
media koran dan media online, membutuhkan
Biro untuk perwakilan di kabupaten / kota di seluruh
indonesia. Jika anda berminat hubungi:
MAIRIZAL: 081364368669 (whastapp)
SUCI MARTIA: 082170567303



dutametro.com (SOLOK)  Alih fungsi lahan sawah di sejumlah daerah dikhawatirkan dapat menganggu produksi beras. Termasuk di Kabupaten Solok dan Kota Solok yang dikenal sebagai sentra beras.

Anggota DPRD Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, mengatakan, perlu perhatian semua pihak akan hal tersebut. Karena itu ia mengimbau Pemerintah Daerah Kabupaten Solok untuk segera membuat regulasi.

“Saya berharap Pemkab Solok segera membuat regulasi yang pas tentang hal ini (alih fungsi lahan). Lahan mana saja yang bisa dialih fungsikan. Dan yang jelas lahan sawah untuk padi tidak bisa dialih fungsikan,” ujarnya.

Luas lahan sawah di Sumatera Barat menyusut hingga 14.009 hektare dalam kurun waktu 10 tahun, 2006 hingga 2016. Angka ini belum termasuk luas lahan sawah yang berkurang dalam dua tahun terakhir.

Catatan Tim Kajian Dampak Kependudukan BKKBN Perwakilan Sumatera Barat, luas sawah pada 2006 sebesar 244.184 hektare. Angka ini berkurang menjadi 230.175 hektare pada 2016.

Pada awal September, Pemerintah puat telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah.

Peraturan Presiden ini akan menjadi payung hukum pelaksanaan pengendalian alih fungsi lahan sawah yang merupakan kerja Tim Terpadu yang dikoordinir oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Klarifikasi kepada Pemerintah Daerah ini dimaksudkan untuk mendiskusikan dan menyepakati luasan lahan sawah yang akan dilindungi. Hasil klarifikasi ini akan menjadi bahan Tim Terpadu untuk melakukan sinkronisasi dan ditetapkan Peta Lahan Sawah Dilindungi oleh Menteri ATR/Kepala BPN.

Selanjutnya Peta Lahan Sawah Dilindungi tersebut akan dikendalikan pengintegrasiannya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah masing-masing Kabupaten/Kota sebagai bagian dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).(*).


0 komentar:

Post a Comment

 
Top
Selamat datang di Website www.Dutametro.com, Terima kasih telah berkunjung.. tertanda, Pemred: Mairizal,SH