Ticker

6/recent/ticker-posts

Jesigo Siap Mendunia, Investor Siap Gelontorkan Dana Rp7 T




dutametro.com, (LIMAPULUH KOTA) — Tindak lanjut investor Korea dan Jepang yang bertemu Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi akan berujung pada penanaman investasi disektor pabrik produksi air jeruk segar yang direncanakan dibangun di Suliki. Bila  penanaman modal dari investor terlaksana di Limapuluh Kota, maka pihak investor akan mengelontorkan dana sekitar Rp7 triliun secara bertahap untuk membangun pabrik dan perluasan kebun Jesigo (Jeruk Siam Gunung Omeh).

Pengusaha asal Banja Loweh, Kecamatan Bukik Barisan, Zamhar Sarkawi dalam percakapan dengan Haluan beberapa hari yang lalu di Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh dan Simpang Kuranji Nagari VIII Koto, Kecamatan Guguk mengatakan, investor dari  Korea Mr Khang akan membangun pabrik di Suliki diatas lahan sekitar 2 hektare.

“Ya kita serius untuk mengupayakan kesejahteraan para petani utamanya jeruk dengan membangun pabrik jeruk diatas lahan dua hektare dengan kapasitas 500 ton,” ungkap Zamhar Sarkawi asal Nagari Banja Loweh, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Menurut dia, tujuannya kekampung halaman berupaya bagaimana petani jeruk hidup sejahtera melalui hasil tani mereka. Tidak ada embel-embel lain selain iklas membantu peningkatan kehidupan para petani. Ide untuk mendatangkan investor ke Limapuluh Kota, itu telah diupayakannya sejak tahun 2017 lampau, karena ada potensi yang bagus yakni, jeruk untuk dikembangkan di Luak nan Bungsu ini.

Namun produksi jeruk perlu merk, pada akhirnya ada solusi Roberto salah seorang raja jeruk dunia asal Italia yang punya kebun jeruk 12 ribu hektare. Kemudian Zamhar pulang dari Eropa tahun 2018 dan membeli Jesigo jenis super ke Koto Tinggi dan mengirimkannya ke Eropa, setelah 18 hari jeruk yang dikirim dipelajari apa ada yang busuk. Namun Roberto mengatakan Jesigo enak dan manis.

Disebutkan Zamhar, Roberto membutuhkan jeruk 2 ribu metric ton tahun 2020 mendatang yang perlu dipersiapkan karena akan musim panas. “Pada awal April 2018 ia berangkat ke Roma lagi, kita dijjamu keluarga Roberto. ternyata Roberto telah mengeluarkan sertifikat Jesigo hasil labor mereka yang juga akan membawa investor ke Limapuluh Kota, seperti Mr Khan dari Korea dan Takenaka dari Jepang mereka akan memproduksi air jeruk murni,” ulasnya.

Sebagai perantau asal Limapuluh Kota, ia merasa bangga karena mampu mendatangkan investor untuk merobah nasib para petani daerah ini. Perantau yang menamatkan pendidikan S2nya di Oxspor Unipersiti Inggeris itu, mengaku serius mencarikan solusi untuk nilai tambah produk petani.

Selain itu transfer tehnogi bagi warga utamanya para pemuda yang telah menamatkan pendidikan dibidangnya masing masing, sehingga satu saat nanti anak Kabupaten Limapuluh Kota, bisa pula untuk membangun pabrik komoditi andalan Limapuluh Kota, termasuk jeruk dan gambir, ujar pengusaha tambang itu.

Pada masa mendatang perusahaan akan didirikan nanti, akan menjadikan pendidikan putra puri daerah ini dibiayai dengan hasil jeruk. Setelah anak kemenakan berhasil dalam kulliah mereka sudah tentu akan meneruskan usaha jeruk untuk memakmurkan masyarakat tani daerah ini

Bila nanti investor sudah beoperasi, diharapkan harga jeruk meningkat, konon investor mampu membeli jeruk super Rp20 ribu per kg dan jeruk ukuran kecil Rp15 ribu per kg, sedangkan saat sekarang harga jeruk di tingkat petani dibeli pedagang pengumpul rata-rata Rp9 ribu per kg yang ukuran besar maupun jeruk yang kecil.

“Upaya ini diakukan tidak ada kepentingan pribadi, saya tidak mencalon pada pilkada, saya tidak punya kepentingan lain, melainan bagaimana warga petani hidup sejahtera,” sebutnya sambil mengatakan, investor sudah berkunjung ke perkebunan jeruk di Koto Tinggi. Namun lahan jeruk yang ada di limapuluh berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Horticultura dan Perkebunan daerah ini ada seluas 41 ribu hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. (dm)

Post a Comment

0 Comments