Ticker

6/recent/ticker-posts

Jaksa Masuk Sekolah Pelajar Diimbau Jauhi Narkoba


dutametro.com, (SOLOK SELATAN)  - Kejari Solsel berikan edukasi terkait bahaya narkoba terhadap pelajar di wilayah hukum setempat. Kegiatan ini dilangsungkan di SMKN 1 Solsel dengan pemateri dua orang Jaksa Fungsional.

Kepala SMKN 1 Solsel, pada Haluan, Sabtu (2/11) mengatakan tugas Jaksa intinya memproses orang bermasalah namun, disatu sisi peduli terhadap dunia Pendidikan. “ Kita apresiasi kegiatan ini karena sekolah kita salah satu sekolah yang dipilih,” ujarnya didampingi Netra Surianto, Wakil bidang Humas.

Menurutnya, ada 7 jurusan, 905 siswa dan 33 rombel pelajar di sekolah ini, akan tetapi yang mengikuti kegiatan hanya siswa pilihan yang mewakili rombel, baik itu Ketua kelas, Wakil atau Sekretaris. “Mereka adalah petangkat kelas sebagai penerus infomasi mengenai bahaya narkoba pada siswa lain,” sebutnya.

Pelajar, imbuhnya adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan bangsa kedepannya. “Jika saat ini punya mental yang tidak baik, maka jika jadi pemimpin maka bakal tidak baik juga. Begitupun sebaliknya,” katanya.

Terpisah, Mela Widia, Sekretaris kelas
XI jurusan Administrasi Tata kelola Perkantoran mengaku jika materi yang diberikan sangat bermanfaat, sebab selama ini belum mengetahui banyak tentang narkoba. “Ini sebagai penambah wawasan supaya bisa menangkis dan memberikan pemahaman pada teman dan keluarga, jika narkoba sangat berbahaya,” ujarnya.

Misnawati Jaksa Fungsional Kejari Sm
Solsel menyebutkan kasus narkoba tidak ada negosiasi dan tidak memandang derajat seseorang, pelakunya, tetap akan dibasmi. “Di Solsel banyak kasus narkoba terutama jenis Ganja dan Sabu. Bahkan ada yang ditanam dilingkungan rumah,” katanya.
Kembali diingatkan, katanya peningkatan kasus narkoba itu sudah terlalu banyak, bahkan sudah angka tertinggi kasus narkoba di Sumatra Barat.

Senada, Jaksa Fungsional Kejari Solsel,
T. Sinaga menyebutkan efek narkoba jangka panjang jadi tidak usah coba-coba. “Narkoba termasuk kejahatan luar biasa sehingga Jaksa selain melakukan upaya penegakan hukum secara represif dan juga dilakukan pendekatan preventif,” sebutnya.

Biasanya, imbuhnya narkoba yang berizin, digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kedokteran.

“Kuantitas perkara yang nasuk ke Kejaksaan meningkat, terkahir 400 gram ditangkap kasus narkoba jenis ganja di wilayah hukum Solsel,” katanya. (h/jef)

Post a Comment

0 Comments