Ticker

6/recent/ticker-posts

UNP Terus Berkembang Menuju Era 4.0



dutametro.com (PADANG) – Universitas Negeri Padang (UNP) mengklaim telah mampu menyesuaikan diri mengikuti perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0. Bahkan, UNP mampu mempertahankan diri sebagai universitas unggul di tengah perubahan mendasar dalam dunia pendidikan tinggi.
Rektor UNP, Prof Ganefri, mengatakan, selain mulai mengubah kurikulum dan metode pembelajaran dalam menghadapi revolusi industry 4.0, UNP juga berkomitmen menancapkan pondasi menjadi universitas bertaraf internasional. Hal itu dilakukan dengan memacu setiap program studi agar berjuang mendapat pengakuan atau akreditasi internasional.

Saat ini, kata Ganefri, 15 prodi telah membuka kelas internasional. Dimana empat prodi di antaranya telah terakreditasi internasional dari AUN-QA.  Empat prodi lagi akan kembali dikunjungi AUN-QA tahun 2020.

Saat ini ada 9 prodi  yang kami persiapkan untuk mengajukan akreditasi internasional dari ASIIN, Jerman,” katanya saat pidato pada Rapat Senat dalam rangka Dies Natalis ke-65 dan Lustrum ke-13 di Auditorium UNP Kamis (31/10).

Ganefri menambahkan, UNP akan selalu membuka akses bagi mahasiswa asing untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Tercatat 63 mahasiswa asing melanjutka studi ke UNP, di antaranya dari Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Filipina.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (SDID), Prof Ali Gufron, menjelaskan, UNP serta Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) lainnya di Indonesia, telah berangsur menggunakan teknologi informatika dalam mendidik mahasiswanya.

“Prediksi pakar disrupsi di Amerika, tahun 2020 ke atas, separuh dari perguruan tinggi di Amerika mengalami guncangan atau bahkan tutup. Ternyata ini tidak berlaku untuk UNP dan LPTK lain di Indonesia, karena telah merespon perubahan revolusi industri 4.0,” ungkapnya.

Ali Gufron menjelaskan, mahasiswa saat ini merupakan generasi milenial, yang hidupnya tak bisa lepas dari telepon cerdas. Jika universitas tidak cermat menyesuaikan diri sesuai dengan karakter dan kebutuhan milenial, bisa dipastikan perguruan tinggi itu akan tertinggal.

Mahasiswa milenial ini belajar dari internet. Tidak hanya mengambil data, bahkan menganalisa, hingga mengambil kesimpulan. Mereka belajar tanpa guru.

Lalu bagaimana universitas dan dosen menyikapi ini. Jawabannya, harus ada transformasi dalam pembelajaran. Antara lain menggunakan pembelajaran berbasis virtual. Menggunakan aplikasi teknologi informatika, yang disebut smart class room,” ulasnya.

Ali Gufron berpendapat, di usia yang ke-65, UNP terbilang telah mencapai sukses. UNP telah menjadi bagian dari 103 universitas di Indonesia yang terakreditasi A. Kemudian menempati rangking 25 sebagai universitas terbaik, dari 4 ribu lebih perguruan tinggi di Indonesia.

“UNP telah mencapai visinya, yakni menjadi universitas unggul dan bermartabat di Asia. Hal itu dibuktikan, banyak mahasiswa dari berbagai negara di Asia menimba ilmu di universitas ini. Visi ini sudah harus diubah,” ujarnya. (vand)

Post a Comment

0 Comments