Ticker

6/recent/ticker-posts

Trump Sebut Serangan yang Tewaskan Baghdadi Bak Sebuah Film


dutametro.com, (JAKARTA) -- Presiden Donald Trump mengatakan pengalamannya menyaksikan video gempuran Amerika Serikat di Suriah yang menewaskan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, bak menonton film.

"Seolah-olah sedang menonton film," kata Trump dikutip AFP, Minggu (27/11).

Ia menuturkan bahwa pengalamannya menonton di Ruang Situasi, Gedung Putih, bersama Wakil Presiden, Mike Pence, beserta para petinggi militer dan pejabat kemanan nasional itu merupakan sesuatu yang sangat mengagumkan dan terasa sangat nyata.


"Itu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan untuk dilihat. Kami menyaksikannya dengan sangat jelas," ujarnya.
Lihat juga: Iran Sebut Kematian Baghdadi Tak Akhiri Perang Melawan Teror
Penyerangan yang dilakukan oleh tentara AS itu berawal dari pengamatan terhadap Baghdadi selama beberapa pekan untuk mengetahui keberadaannya. Ketika lokasinya telah terkonfirmasi, para pasukan kemudian diterjunkan pada Sabtu pekan lalu.

Trump menjabarkan bahwa AS dan koalisinya mengerahkan delapan helikopter serta beberapa kapal dan pesawat untuk melancarkan operasi tersebut.

Penyerangan diawali dengan para pasukan yang harus masuk dan keluar melintasi wilayah rahasia di bagian barat laut Suriah dengan terbang rendah dan kecepatan tinggi selama sekitar satu jam 10 menit.

"Namun, ini adalah bagian dari misi yang besar dan berbahaya. Ada kemungkinan kami akan menghadapi serangan tidak terduga," katanya.
Lihat juga: Usai Baghdadi, Jubir ISIS Dilaporkan Tewas di Suriah
Ketika mereka telah sampai di wilayah yang menjadi target, serangan langsung dijalankan selama kurang lebih dua jam.

"Sekelompok pejuang yang cerdas mengemudikan helikopter-helikopter tersebut dan menembaki gedung hingga berlubang pada bagian samping gedung untuk menghindari jebakan di pintu manapun," tuturnya.

Menurut Trump, ketika pasukan membombardir gedung, para pendukung Baghdadi dalam "jumlah besar" tewas, termasuk istri-istri sang pemimpin ISIS.

Setelah menewaskan sekelompok pendukung, para pasukan lalu melanjutkan beberapa upaya lainnya, di antaranya menyelamatkan 11 anak-anak yang masih hidup dan para tawanan ISIS.

Lihat juga: Abu Bakr Al-Baghdadi, Hantu Khalifah ISIS yang Paling Dicari
Beberapa saat kemudian, muncul laporan yang telah ditunggu-tunggu semua pihak. Baghdadi disebut berada di dalam gedung tersebut.

"Pak, ada satu orang di dalam gedung. Kami yakin dia di dalam sebuah terowongan sedang berusaha kabur. Namun, jalan terowongan tersebut buntu," ujar Trump meniru laporan tersebut.

Ia mengatakan Baghdadi membawa tiga anaknya ke dalam terowongan itu. Namun, kehadiran anak-anak itu tidak akan menghentikan pergerakan pasukan koalisi. Trump menyebut hal itu brutal.

Tentara AS lantas mengejar Baghdadi dan anak-anak itu di dalam terowongan tersebut dengan sekelompok anjing. Terdesak, Baghdadi akhirnya meledakkan dirinya.

"Dia tidak mati sebagai pahlawan. Dia mati sebagai pengecut yang menangis, merintih dan berteriak dengan membawa tiga anak kecil untuk ikut mati bersamanya. Kematian yang dapat dipercaya dan dia tahu terowongan itu tidak ada habisnya," ujar Trump.

Setelah penyerangan, para tentara AS mengambil sampel dari tubuh pemimpin ISIS yang telah hancur untuk keperluan identifikasi DNA. Setelah pengambilan sampel rampung, mereka langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Terkait jumlah korban dari pihak AS, Trump mengonfirmasi hanya ada satu korban luka dalam serangan tersebut.

"Kami tidak kehilangan siapa-siapa, pikirkan itu. Hanya anjing kami yang terluka," katanya. (dm)

Post a Comment

0 Comments