Ticker

6/recent/ticker-posts

Terima Plakat Unesco, Badan Pengelola Ombilin Rampung 2020



dutametro.com (SAWAHLUNTO) -- Mendukung agar badan pengelola ombilin ini segera rampung dan disahkan, pascapenetapan Ombilin Coal Mining Heritage Sawahlunto (warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto) sebagai kota warisan budaya dunia atau world heritage oleh UNESCO, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Najamuddin Ramly meminta agar Pemprov Sumbar serta 7 pemerintah kota/kabupaten yang dilalui jalur warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto ini juga dapat berinisiatif 'menjemput bola'.

"Status world heritage ini diberikan bukan hanya kepada Kota Sawahlunto, ini apresiasi bagi Provinsi Sumbar dan bangsa Indonesia. Untuk itu, tidak Sawahlunto saja yang harus mengembangkannya, tapi juga Pemprov Sumbar dan 7 kabupaten/kota lainnya itu saling koordinasi jemput bola ke pusat, agar badan pengelola ombilin segera rampung," ujar Najamuddin Ramly, kemarin.

Sementara Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rahman juga meminta agar langkah yang dilakukan pascapenetapan status world heritage ini melingkupi tiga hal, yaitu proteksi, edukasi dan promosi.

"Layaknya setelah memperoleh pengakuan dan penghargaan dari dunia, status world heritage ini harus kita jaga dan kelola dengan baik. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kerja dan perjuangan banyak pihak sejak 5 tahun lalu," kata Arief Rahman.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta menyatakan bahwa Pemko Sawahlunto siap menindaklanjuti dan memaksimalkan potensi world heritage yang diperoleh pertambangan Ombilin Sawahlunto tersebut, namun harus didukung penuh oleh kementerian, pemprov dan juga sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kunci keberhasilan pengelolaannya memang terletak pada dukungan dari kementerian, pemprov dan BUMN. Karena kalau untuk anggaran, misalnya tentu APBD Sawahlunto saja tidak akan cukup untuk pembangunan infrastruktur penunjang dan lainnya. Kemudian juga warisan pertambangan batubara Ombilin Sawahlunto ini kan hampir 80 persen merupakan aset milik BUMN, paling banyak itu PT Bukit Asam dan juga PT Kereta Api Indonesia," tutur Wako Deri Asta.

Sementara Asisten Deputi (Asdep) Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK, Pamudji Lestari menyampaikan, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk memulai proses pascapenetapan status world heritage Ombilin Sawahlunto, meski saat ini terkendala landasan hukum bagi badan pengelola ombilin.

"Paling lambat pada 2020, badan pengelola ombilin ini sudah dirampungkan dan disahkan," katanya. (*)

Post a Comment

0 Comments