Ticker

6/recent/ticker-posts

Semen Padang Maknai Semangat Sumpah Pemuda



dutametro.com, (PADANG) -- Meski hujan turun, upacara peringata Hari Sumpah Pemuda di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Senin (28/10) tetap berlangsung penuh khidmat. Upacara yang diikuti oleh karyawan dan karyawati Semen Padang Group tersebut dipimpin Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury selaku pembina upacara.

Dalam amanatnya, Tubagus Muhammad Dharury berharap agar semangat insan perusahaan di hari Sumpah Pemuda terus berkobar untuk memberikan kiner terbaik bagi perusahaan. "Kami selaku manajeman sangat mengapresiasi komitmen dan kegigihan bapak/ibu untuk perusahaan, semoga integritas dan komitmen yang tinggi ini terus terjaga," katanya.

Dengan momentum Sumpah Pemuda ini, sambungnya, serta dengan semangat kebersamaan dan persatuan serta kerja keras, ia berharap para pegawai Semen Padang mampu membawa perusahaan menjadi perusahaan yang sustain, bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, serta membangun dan memajukan Indonesia.

Pada kesempatan itu, pembina upacara juga membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali, yang mengungkapkan bahwa saat ini di belahan dunia lain telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik, dan gramatik.

"Pemuda adalah masa depan bangsa dan negara, pemuda juga harapan bagi dunia, pemuda Indonesia harus maju dan berani menaklukan dunia, saya berharap kedepan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia," kata Menpora, sebagaimana disampaikan Tubagus Muhammad Dharury.

Gerakan revolusi mental, sambung Menpora, menemukan relevansinya dengan pembangunan karakter yang kuat, tangguh, dan kokoh, sehingga pemuda Indonesia turut serta dalam percaturan pemuda di dunia.

"Kemajuan tidak akan pernah tercapai dalam arti yang sesungguhnya jika masa depan dipandang sekadar proses lanjut dari masa kini yang akan tiba dengan sendirinya. Namun, bagaimana generasi muda merespons kemajuan itu dengan kearifan, menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya, tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu," ucapnya lagi. (mairizal)



Post a Comment

0 Comments