Ticker

6/recent/ticker-posts

Puluhan Hektare Sawah Terancam Abrasi

 Aipda Fitriadi dan salah seorang warga saat di lokasi abrasi, Senin (21/10).

dutametro.com, (PADANG PARIAMAN) -- Puluhan hektare sawah di Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Sungai Sariak, Padang Pariaman, terancam abrasi, Senin (21/10). Abrasi tersebut terjadi akibat banjir bandang pada beberapa hari lalu.

Dari pantauan Haluan, setidaknya sudah 10 hektare lebih sawah warga yang sudah terbawa harus Sungai Batang Pariaman. Saat ini, warga masih khawatir akan luapan air Sungai Batang Pariaman yang akan merusak sawahnya lagi.

"Kami, warga berharap agar pemerintah segera memberi bantuan normalisasi sungai ini, sehingga tidak terjadi lagi banjir bandang dan abrasi," ujar Jali Tanjung, ketua bamus.
Ia juga mengatakan, luapan air Sungai Batang Pariaman ini tidak hanya merusak persawahan warga, juga sudah merusak aliran irigasi yang baru selesai dibangun. Hal ini mengakibatkan puluhan hektare sawah terancam gagal panen.

"Irigasi yang baru kami resmikan beberapa waktu lalu juga ikut rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan Tujuah Koto, Padang Pariaman, ikut membantu membersihkan aliran Sungai Batang Piaman, usai banjir kiriman melanda wilayah tersebut.

Dua anggota tersebut, yaitu Serda Damris, yang merupakan Babinsa Koramil 03/Sungai Sariak Kodim 0308/Pariaman. Sedangkan Bhabinkamtibmas Aipda Fitriadi yang merupakan anggota Polres Padang Pariaman.

Selain mereka, Kapolsek Tujuh Koto, Iptu Dony Rinaldy bersama waka polsek dan beserta anggota lain juga ikut turun ke lokasi pada kegiatan yang dilaksanakan.

“Kami sebagai aparat kewilayahan harus selalu siap membantu warga. Baik itu pascakebanjiran, atau yang lainnya,” sebut Kapolsek Tujuh Koto, Iptu Dony Rinaldy didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Fitriadi.

Dilanjutkannya, jadi kebetulan di daerah ini usai banjir melanda. Pihaknya langsung turun untuk membantu masyarakat. “Seperti sekarang Sungai Batang Piaman, usai banjir melanda kondisinya tertimbun oleh material, sehingga laju air menjadi terhalang,” kata Fitriadi. (dm)