Ticker

6/recent/ticker-posts

Polisi Dalami Insiden Kapal Karam Pariaman



dutametro.com (PARIAMAN) -- Polres Pariaman telah memeriksa 11 orang sebagai saksi terkait insiden tenggelamnya satu unit kapal wisata menuju Pulau Angso Duo, Sabtu 26 Oktober lalu, yang menewaskan satu orang wisatawan lokal. Hingga saat ini masih dilakukan pendalaman kasus dan belum satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Hal itu disampaikan Kepala Polres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, di hadapan wartawan, Kamis (31/10). Sebelas orang yang diperiksa tersebut terdiri dari nahkoda kapal, anak buah kapal (ABK), dan calo yang mencari penumpang untuk diberangkatkan melalui jalur ilegal pada saat hari kejadian tersebut.

"Kami sudah periksa 11 orang untuk kasus karamnya kapal wisata ke Pulau Angso Duo itu pada Sabtu (26/10) kemarin. Memang belum ada tersangka dalam kasus ini, tapi berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kami sudah temukan beberapa bukti, tapi tetap harus kami lengkapi," kata Andry.

Selain itu, Andry mengaku pihaknya juga akan meminta keterangan dari Syahbandar yang mengawasi pelayaran kapal-kapal menuju pulau-pulau yang ada di Kota Pariaman. Pihaknya akan segera mengirimkan surat kepada Syahbandar untuk kesediaan dimintai keterangan. "Setelah dapat keterangan dari Syahbandar, mungkin kami akan lakukan gelar perkara setelahnya," sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman,  Genius Umar, menegaskan Pemko Pariaman mendukung penuh upaya hukum yang telah dilakukan oleh Polres Pariaman dalam mengusut kejadiaan naas tersebut. Ia pun menyebutkan akan menindak Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkungan Pemko Pariaman, jika terbukti terlibat dalam pelayaran kapal ilegal di kota tersebut.

"Jika dalam kejadian itu ada keterlibatan ASN Pemko Pariaman, kami akan beri sanksi tegas sesuai sanksi disiplin pegawai, dan menyerahkan proses hukumnya ke Polres Pariaman," kata Genius.

Genius juga menjelaskan, korban meninggal dalam kejadian kapal karam tersebut memang tidak mendapatkan asuransi dengan alasan berangkat ke Pulau Angso Duo melalui jalur tidak resmi, dan tidak mengantongi tiket legal. Akan tetapi, Pemko Pariaman telah memberikan santunan uang duka serta mengantar jenazah korban sampai ke kampung halamannya di Kabupaten Agam.

Genius juga menyebutkan, insiden kapal karam menuju Pulau Angso Duo pekan lalu mendapat perhatian dan catatan penting dalam pengelolaan wisata pulau di kota yang ia pimpin. Pemko Pariaman bersama Kesyahbandaran, Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, dan Politeknik Pelayaran Sumbar telah memberikan penyuluhan keselamatan pelayaran kepada para ABK dan para pemilik kapal di Kota Pariaman.

Dalam penyuluhan itu, sambungnya, juga dilakukan penyerahan jaket pelampung (life jaket) sebanyak 60 unit bagi ABK secara simbolis, dan 450 unit diserahkan langsung ke lapangan. Pemko Pariaman pun mengajak seluruh stakeholder terkait di Pariaman untuk menjadikan insiden tersebut sebagai catatan untuk memperbaiki sistem pengelolaan wisata di Kota Pariaman.

"Sebelumnya keberangkatan ke pulau dapat melaui dua titik. Mulai hari ini keberangkatan hanya satu titik, yaitu di Muara Pantai Pariaman. Mulai sekarang saya sampaikan untuk menyebrang ke Pulau Angso Duo hanya bisa lewat Muaro itu," katanya lagi.

Selain melakukan sosialisasi, Pemko Pariaman sebut Genius juga akan melakukan pelatihan kepada ABK yang bertugas membawa wisatawan ke Pulau Angso Duo, yang dipusatkan di Polteknik Pelayaran dengan materi seputar keselamatan pelayaran.

"Untuk saat ini, ada 33 kapal yang terdaftar sebagai kapal wisata di Kota Pariaman. Semua ABK-nya diberi pelatihan di Tiram dan diharapkan nahkoda kapal dan ABK secara sukarela dan semangat mengikuti pelatihan itu. Hasil dari pelatihan itu juga berupa sertifikat bahwa mereka laik mengemudikan kapal," katanya lagi.

Genius juga menyampaikan, dalam dua pekan ini pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap kondisi serta kelaikan kapal-kapal wisata yang digunakan untuk membawa wisatawan menyebrang ke pulau di Kota Pariaman.

"Terakhir, kami lakukan pengecekan bulan Juni atau saat lebaran lalu, dan semuanya layak berlayar. Namun karena adanya kejadian ini, maka kami lakukan lagi pengecekan, serta pengecekan SKK para pengemudi kapalnya," katanya menutup.

Sebelumnya diberitakan, kapal wisata pembawa wisatawan dari Pantai Gandoriah menuju Pulau Angso Duo tenggelam pada Sabtu (26/10) seiktar pukul 15.15 WIB. Insiden itu menyebabkan satu orang meninggal dan satu orang dirawat intensif di RSUD Pariaman.
Korban meningga dunia adalah Masyirida (39), berprofesi sebagai Guru di SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam, sementara itu korban atas nama Ina Kartika (50) mendapatkan perawatan di RSUD Pariaman.

Secara keseluruhan, kapal tersebut membawa 24 penumpang dengan rinciannya enam orang berasal dari Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman, 12 orang Guru SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam, empat Mahasiswa dari Padang, dan dua orang dari Bawan, Kabupaten Agam. (*)

Post a Comment

0 Comments