Ticker

6/recent/ticker-posts

PMI Padang Raih Sertifikat CPOB dan ISO




dutametro.com, (PADANG)  - Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Padang memperoleh sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan International Organization for Standardization (ISO) 9001 : 2015 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Senin (21/10) bertempat di Hotel Grand Inna Padang.

Mahyeldi mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang memberikan dukungan penuh terhadap UTD PMI Kota yang telah bekerja keras memperoleh sertifikat CPOB dan ISO sejak 3 tahun terakhir.

"Dengan diperoleh Sertifikat CPOB dan ISO, UTD PMI Kota Padang menjadi UTD terbaik di luar Pulau Jawa. Saat ini di luar Pulau Jawa ada dua yang terbaik yaitu nomor 7 Kota Padang dan ke 8 Pekan Baru. Pemko terus bersinergi dan memberikan dukungan baik dari penyediaan alat-alat dan dukungan sebagainya," ucap Mahyeldi.

Ia juga mengatakan Pemko berkepentingan membantu keperluan warga terkait kebencanaan dan darah.  "Kita bersinergi dengan PMI untuk mendorong UTD memiliki peralatan yang memenuhi standar sesuai BPOM," kata Mahyeldi.

Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri berpesan, dengan sertifikat yang telah diperoleh, PMI Kota Padang jangan cepat berpuas diri dan terus menjaga konsistensi.

"Jangan puas hanya dengan sertifikat, yang tidak akan berarti jika hanya menjadi pajangan, tapi dibutuhkan konsistensi mempertahankan mutu dan kualitas agar terus semakin baik kedepannya. BPOM juga mengapresiasi PMI Kota Padang yang dinilai menjadi UTD terbaik di luar Pulau Jawa," jelasnya.

Martin menjelaskan, CPOB merupakan suatu standar untuk menyuplai darah ke rumah sakit sehingga kualitas darah yang ditransfusi sesuai dengan standar internasional.

Ia juga mengatakan untuk mengurus sertifikat CPOB tersebut membutuhkan waktu tiga tahun untuk persiapan dan pemenuhan syarat-syaratnya. "Keuntungannya ialah dapat menghasilkan produksi darah yang bermutu dan berkualitas saat diberikan ke pasien," ungkap Martin.

Ia juga mengatakan setiap darah dari si pendonor tidak langsung sampai ke pasien yang membutuhkan darah karena dalam satu produksi darah harus memenuhi berbagai aspek yakni kualitas mutu dan kualitas validasi darah.

"Maka dari itu BPOM akan terus mengawal mulai dari proses pengambilan darah, pemeriksaan, pemenuhan bangunan yang dilakukan oleh PMI," katanya.

Untuk menjaga kualitas darah yang akan didonorkan, maka darah terkumpul di PMI akan disetor melalui Biofarma ke Jakarta, kemudian akan dikirim oleh BPOM ke Korea.

Ditempat yang sama, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI kota Padang Widyarman mengatakan perlunya cek dan ricek sebelum pendonor melakukan transfusi darah.

"Jika sekiranya terjangkit HIV, Hepatitis dan beberapa jenis penyakit menular lainnya, maka sang pendonor akan diberitahu dan darahnya tidak jadi diambil untuk didonorkan," ucapnya.

Ia juga berterima kasih pada BPOM yang telah memberikan sertifikat CPOB dengan demikian standar PMI ke depannya lebih terpelihara."Perolehan hari ini akan digunakan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi ke masyarakat," tutupnya. (dm)