Ticker

6/recent/ticker-posts

Pasca Tragedi Kapal Karam, Wisata Pulau di Pariaman Tutup Sementara




dutametro.com, (PARIAMAN) -- Kapal wisata yang mengangkut 24 penumpang dari Pantai Gandoriah menuju Pulau Angso Duo, tenggelam di jarak 50 meter sebelum berlabuh, Sabtu (26/10). Satu penumpang meninggal, sedangkan sisanya mendapatkan penanganan medis. Menyikapi kejadian itu, Pemko Pariaman menutup pelayanan wisata ke pulau hingga 15 hari sembari mengusut tragedi tersebut.

Kapal wisata tersebut tenggelam sekitar pukul 15.15 WIB. Korban meninggal dalam kejadian ini adalah Masyirida (39), seorang Guru asal SMPN 1 Palupuh, Kabupaten Agam. Korban lain, Ina Kartika (50), harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pariaman. Para korban berada dalam rombongan wisata ke Pulau Angso Duo.

Dahdir (52), salah seorang penumpang selamat menceritakan, saat berangkat kapal tersebut dihuni 24 penumpang, dengan rincian enam orang berasal dari Kecamatan IV Koto Aur Malintang Padang Pariaman, 12 orang Guru SMPN 1 Palupuh-Agam, empat Mahasiswa dari Padang, dan dua wisatawan dari Bawan- Agam. Kapal sendiri dinahkodai oleh Jabal.

"Sejak mulai berangkat ke Pulau Angso Duo, gelombang sudah mulai besar, sehingga air masuk ke dalam kapal. Anak Buah Kapal (ABK) berusaha menimba air keluar. Namun, air tetap makin banyak. Sementara kapal tetap jalan hingga perlahan mulai terbenam," kata Dahdir.

Dahdir menyebutkan, saat kapal bantuan datang, para penumpang berebut menaiki kapal tersebut, sampai akhirnya kapal naas itu tenggelam. Petugas Kantor Syahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pariaman, Rudi Yunus yang saat kejadian berada di Pulau Angso Duo menyebutkan, pihaknya melihat bahwa kapal itu sudah oleng dan tenggelam pada jarak 50 meter dari Pulau Angso Duo.

Rudi Yunus mengatakan, evakuasi dilakukan oleh petugas dan masyarakat setempat dengan cara berenang dan menggunakan pelampung yang tersedia. "Setelah dievakuasi, korban-korban langsung dinaikkan kapal, dibawa ke darat, dan lanjut ke RSUD Pariaman," sebutnya.

Pengusaha : Aturan Tak Jelas
Perwakilan pemilik kapal wisata maritim ke Pulau Angso Duo, Iwan, saat rapat bersama instansi terkait pascakejadian mengatakan, saat kapal tersebut membawa penumpang ke Pulau Angso Duo, cuaca memang kurang bersahabat sehingga memang cukup ekstrim untuk melakukan perjalanan ke Pulau Angso Duo. Namun ia menegaskan bahwa kapal itu laik jalan.

"Namun, dari pihak pemerintah, kurang perhatian dalam pelayanan dan pengawasan untuk wisata maritim ke Pulau Angso Duo, sehingga inilah akibatnya,” kata Iwan saat rapat di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Minggu (27/10).

Selama ini, kata Iwan, manajemen atau pengelolaan wisata maritim Pulau Angso Duo memang tidak jelas aturan dan meknismenya. “Hingga saat ini, dalam pengelolaan tiket untuk membawa wisatawan ke Pulau Angso juga tidak ada kejelasan. Artinya, ada kesalahan dalam kepemimpinan. Di sinilah kurangnya pengawasan dari pemerintah,” kata Iwan lagi.

Iwan berharap, ke depan pihak pemerintah dan pengelola jasa angkutan wisata maritim agar lebih bersinergi dengan baik. Artinya, Dishub, pengelola wisata, dan pihak KSOP, hendaknya satu komando dan satu pintu dalam pelaksanaan pengelolaan wisata maritim di Pariaman.

“Tenggelamnya kapal ini bukan karena kebocoran, tetapi air laut yang masuk ke kapal. Ini disebabkan tingginya gelombang dan cuaca yang memang cukup ekstrim,” katanya lagi.

Destinasi Ditutup
Pascakaramnya kapal wisata ke Pulau Angso Duo itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menutup sementara layanan kunjungan wisata ke seluruh pulau di daerah tersebut, hingga ditemukan fakta penyebab terjadinya tregedi naas tersebut.

"Untuk saat ini, akses ke Pulau Angso Duo, termasuk ke Pulau Kasiak dan Tangah kami tutup hingga 15 hari ke depan untuk membenahi sistem yang ada, sambil menunggu hasil investigasi kejadian kapal karam itu," kata Wali Kota Pariaman, Genius Umar.
Lebih lanjut, Genius mengatakan bahwa pembenahan yang akan dilakukan dimulai dari pemeriksaan kelaikan kapal, kelaikan nahkoda kapal, hingga sistem pemberangkatan wisatawan.

"Pada proses pembenahan ini, kami juga akan libatkan sejumlah pihak, mulai dari dinas terkait hingga Kepolisian Perairan dan Udara serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pariaman," katanya lagi.

Tak hanya itu, Genius menekankan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem pengelolaan dan pengawasan kapal wisata agar tidak terjadi peristiwa naas seperti Sabtu kemarin. "Sebenarnya, pemeriksaan kapal dan nahkoda sudah sering dilakukan, tetapi sekarang akan dilakukan sedetail-detailnya. Jika dalam 15 hari pembenahan belum selesai dilakukan, akan ditambah masa penutupan kunjungan wisata pulau," sambungnya. 

Polisi Usut Kejadian
Sementara itu, Polres Pariaman masih melakukan penyelidikan terhadap kejadiaan naas kapal karam tersebut. Walau belum menetapkan tersangka, Polres Pariaman telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi.

"Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara intensif atas insiden terbenamnya kapal di Pulau Angso Duo yang menewaskan satu wisatawan asal Agam itu," kata Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan.

Andri juga menyampaikan, jika dalam penyelidikan ditemukan unsur kelalaian dari nakoda kapal. Pihaknya akan menindak tegas. "Tapi kalau masalah kapal itu legal atau ilegal perjalanannya, yang lebih kompeten menjawabnya Dinas Pehubungan atau Dinas Parawisata," ucap Andry lagi.

Andry menyebutkan, penyelidikan masih dilakukan karena pihaknya menilai ada kemungkinan faktor kelalaian yang menyebabkan terjadinya peristiwa naas itu. Sehingga atas perbuatan pelaku dalam kejadian ini, dapat masuk ke dalam ranah hukum pidana. “Nanti apabila terbukti kelalaian atau kesengajaan, sanksinya pelaku bisa dipidana maksimal 10 tahun penjara," sebutnya. (*)

Post a Comment

0 Comments