Ticker

6/recent/ticker-posts

KONI Pariaman Gelar Bimtek Pelatihan



dutametro.com (PARIAMAN) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pariaman harus serius dalam mencari pelatih dan atlet profesional, serta mengutamakan cari bibit atlit pribumi yang asli dari Kota Pariaman.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pelatih se-Kota Pariaman tahun 2019 yang diadakan KONI Kota Pariaman di Hotel Al Madinah, Rabu (23/10).
"Agar atletnya berkualitas, tentu pelatihnya juga harus berkualitas. Ketika para pelatih memberikan ilmu kepada atlet, nantinya akan menghasilkan atlet yang benar-benar siap untuk maju dalam kejuaaraan tingkat provinsi, nasional bahkan internasional," kata Mardison.

Lebih lanjut Mardison mengucapkan terima kasih kepada KONI Kota Pariaman yang telah mengadakan bimtek ini, ia yakin pelatih yang mengikuti bisa sungguh-sunguh dan serius dalam komitmennya dalam meningkatkan atlet yang dari pribumi bisa ditingkatkan dan maju, sehingga menghasilkan atlet yang beprestasi.

“Pemko Pariaman serius dalam mencari atlet, tidak hanya sekedar uji coba atau bahkan atlet yang baru berlatih ikut porprov. Karena porprov merupakan ajang bertarung untuk mencari prestasi dan mengharumkan Kota Pariaman. Semoga niat yang ikhlas untuk menghasilkan atlet yang baik dan profesional, sehingga atlet dari Kota Pariaman bisa go nasional dan go internasional," katanya.

Diketahui, bimtek ini juga diadakan guna mempersiapkan atlet Kota Pariaman untuk ajang Porprov tahun 2020 di Pasaman Barat (Pasbar) dan juga 2022 di Kota Pariaman sebagai tuan rumah.

Ketua KONI Pariaman, Syahrizal mengatakan, pelatih merupakan ujung tombak untuk menghasilkan atlet beprestasi. Pelatih berfungsi untuk meningkatkan prestasi atlet pada masing-masing cabang olahraga.

“Sesuai intruksi Pemko Pariaman, pelatih harus bisa menghasilkan dan menciptakan atlet yang benar-benar dari bawah sampai bisa menghadapi kejuaraan baik dari daerah sampai nasional,” ujarnya

Ia mengatakan, setelah dari bimtek ini diharapkan para pelatih bisa yang telah dibekali dengan ilmu melatih. Ketika di lapangan bisa memprogramkan latihan yang diberikannya ke atlet, meningkatkan kapasitas pelatih dan bisa menciptakan SDM unggul sesuai cabang olahraga yang digelutinya.

Belajar dari porprov di Kabupaten Padang Pariaman tahun 2018, ditargetkan pada saat menghadapi porprov tahun 2020, sekurangnya masuk 10 besar dan diharapkan bisa masuk lima besar.

"Bimtek berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 23 sampai dengan 25 Oktober 2019 dan diikuti oleh 100 peserta dari 35 Cabang Olahraga (cabor)," katanya. (dm)

Post a Comment

0 Comments