Ticker

6/recent/ticker-posts

Kabinet Baru Rapat Perdana



dutametro.com, (JAKARTA) -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10). Sidang kali ini merupakan sidang paripurna pertama Kabinet Indonesia Maju, yang dilantik oleh Presiden Jokowi seharu sebelumnya.

Dalam pengantarnya, Jokowi memberi arahan berkenaan dengan hal-hal besar yang ingin dicapai pemerintah dalam lima tahun ke depan. Pertama, Jokowi kembali mengingatkan bahwa tidak ada visi misi menteri, dan hanya ada visi misi Presiden dan Wapres. "Ini tolong dicatat, karena dalam lima tahun yang lalu, ada 1, 2, 3 menteri yang masih belum paham," kata Jokowi, sebagaimana rilis yang diterima dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Terkait hal itu, Presiden secara khusus menyebut bahwa hal-hal yang sudah diputuskan dalam rapat paripurna, rapat terbatas, maupun rapat internal harus dijalankan bersama dengan segala konsekuensinya. Presiden juga akan mendengarkan masukan dan pendapat dari jajarannya.

"Kalau sudah diputuskan di dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan. Silakan ramainya di dalam rapat. Mau debat di dalam rapat, saya dengarkan. Tapi kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko harus dilaksanakan. Kalau ada perubahan-perubahan atau kondisi-kondisi tertentu di lapangan, ya marilah kita tarik lagi dalam rapat internal atau rapat terbatas," tegasnya.

Kedua, Jokowi mengingatkan para menteri untuk bekerja sama sebagai sebuah tim dan tidak bekerja secara sektoral semata. Kerja para menteri tersebut akan dikoordinasikan oleh para Menteri Koordinator (Menko). Untuk itu, Presiden tidak ingin bila ada menteri yang tidak hadir saat diundang rapat oleh Menko.

"Bagaimana kita bisa mengonsolidasi, mengoordinasi, (jika) diundang rapat oleh Menko tidak pernah hadir. Hal-hal seperti ini yang harus saya garis bawahi. Sekali lagi kerja kita adalah kerja tim," tegasnya lagi.

Ketiga, Jokowi berpandangan bahwa terlalu banyak regulasi dan peraturan yang tersebar di berbagai level pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah. Oleh karena itu, Presiden meminta para menterinya untuk melihat dan mengumpulkan berbagai peraturan yang masih tumpang tindih dengan peraturan di atasnya.

"Tolong ini dilihat di setiap kementerian. Yang membuat kita tidak cepat bekerja, yang menghambat pelayanan terhadap masyarakat, yang menghambat investasi dunia usaha, segera kumpulkan dalam waktu sebulan ini," paparnya.

Keempat, Presiden ingin agar setiap pekerjaan yang dilakukan oleh jajarannya mencapai suatu tujuan besar, yaitu menciptakan lapangan kerja. "Goal besar dari setiap pekerjaan kita adalah cipta lapangan kerja. Jadi jangan sampai ada kementerian-kementerian, provinsi, kabupaten/kota, yang tidak mengerti masalah ini," imbuhnya. (dm)

Post a Comment

0 Comments