Ticker

6/recent/ticker-posts

Jokowi Pamer Kabinet Baru




dutametro.com, (JAKARTA) —Teka-teki siapa yang akan menduduki kursi menteri dalam Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin perlahan terkuak. Sehari usai dilantik pada Senin 21 Oktober, Jokowi memanggil sejumlah tokoh yang disinyalir akan mengisi pos-pos menteri. Dari kedatangan para tokoh tersebut, kedatangan mantan Capres pada Pilpres lalu, Prabowo Subianto, paling menyita perhatian.

Kedatangan para tokoh dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Pakar Hukum, Mahfud MD, pertama kali tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu melambaikan tangan ke arah awak media yang sedari pagi telah menunggu pengumuman kabinet baru.

Tak berselang lama, CEO dan Pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim tampak memasuki halaman depan Istana Negara. Sama halnya dengan Mahfud MD, ia datang dengan mengenakan kemeja putih. Ia pun sempat menyapa awak media sebelum masuk ke dalam Istana. Kemudian, giliran pendiri dan komisaris utama NET TV, Wishnutama Kusubandio, yang datang memenuhi panggilan. Lalu disusul Erick Thohir.

"Saya tadi dipanggil Bapak Presiden. Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri, yang kalau tidak berubah akan dilantik besok lusa, hari Rabu. Pagi sudah berkumpul di sini," kata Mahfud MD kepada awak media usai diterima Jokowi, sebagaimana rilis yang diterima Haluan dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Mahfud juga mengaku ia berdiskusi banyak hal dengan Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi bercerita tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia yang sifatnya makro, antara lain soal ekonomi, sosial, dan politik.

"Kemudian yang agak dalam, kami diskusi masalah pelanggaran HAM, hukum yang kurang menggigit. Bapak Presiden memperhatikan sungguh-sungguh di bidang penegakan hukum dan kita diminta bekerja keras untuk benar-benar menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya," ujar Mahfud lagi.

Sementara itu, Nadiem Makarim mengatakan bahwa ia dan Presiden Jokowi berbicara soal visi dan misi bangsa Indonesia ke depan, sesuai dengan pidato yang disampaikan Presiden Jokowi usai dilantik. Menurutnya, orientasi visi misi tersebut ke masa depan, terutama di bidang-bidang pembangunan sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, investasi, dan lain-lain.

"Dari dulu misi saya kepada Go-Jek itu adalah menampilkan Indonesia di dalam panggung dunia, jadi ini suatu kelanjutan dari misi itu. Tapi, sekarang kepentingannya untuk negara dan dalam skala yang besar," ujar Nadiem.

Nadiem pun mengaku merasa terhormat ketika dirinya diminta untuk bergabung ke kabinet. Ia pun mengaku siap untuk melakukan inovasi-inovasi untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

"Beliau meminta saya dengan tanggung jawab ini dan saya menerima dan saya sangat senang sekali hari ini karena ini menunjukkan bahwa kita siap maju ke depan dan siap berinovasi ke depan," tambahnya.

Sementara itu Wishnutama mengaku diminta Presiden Jokowi untuk membantunya dalam bidang yang sesuai dengan kemampuannya. Seperti diketahui, Wishnutama sebelumnya berkiprah di bidang pertelevisian dan industri kreatif. "Kira-kira untuk meningkatkan kemampuan kreativitas di Indonesia. Lalu juga meningkatkan devisa," ungkap Wishnutama.

Erick Thohir juga sempat memberikan keterangan kepada awak media usai diterima Jokowi. Dalam perbincangan dengan Presiden, menurut Erick, Jokowi menjelaskan pemikirannya yang sangat positif untuk rakyat ke depan. Ia pun siap membantu Presiden Jokowi.

"Selama ini background saya swasta, sama seperti Nadiem atau Wishnutama yang tidak pernah berkecimpung ke pemerintahan, bagian tugas negara yang kadang-kadang tidak pernah terpikirkan. Tetapi intinya bagaimana beliau memaparkan pemikiran yang saya rasa kita semua wajib membantu dan ini sesuai dengan pidato kemarin buat rakyat," papar Erick.

Kedatangan Prabowo
Dari kedatangan para tokoh ke Istana, kedatangan mantan Capres Prabowo Subianto paling menyita perhatian. Prabowo datang menghadap Jokowi bersama Wakil Ketua Umum Gerindra, Edhy Prabowo. Namun, ia tak menyebut posisi menteri apa yang akan dijabat kader partainya. Ia hanya menyatakan diminta membantu Jokowi di bidang pertahanan.

"Pak Presiden yang akan mengumumkan. Jadi mungkin ada sedikit konfirmasi, tempatnya di mana, tapi intinya adalah beliau sendiri yang akan umumkan mungkin nanti hari Rabu," ujar Prabowo, sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com.

Prabowo mengaku, saat bertamu ke Istana Merdeka itu mendapat pengarahan langsung dari Jokowi. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengaku siap bekerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan.

Meski didesak wartawan terkait siapa dan posisi yang telah ditentukan Jokowi, Prabowo tetap tak mengungkapkan menteri untuk Gerindra. Ia menyatakan hari ini telah resmi diminta membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk lima tahun ke depan. "Hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu," tuturnya.

PKS Ingatkan Prabowo
Menanggapi ikut dipanggilnya Prabowo ke Istana Negara untuk membicarakan posisi menteri, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto harus mengukur muruahnya jika benar-benar menjadi menteri dalam kabinet Jokowi.

"Itu yang harus mengukur beliau ya. Beliau-lah yang pertama kali harus mengukur, apakah itu akan menurunkan muruah beliau, kemarin jadi kompetitor, sekarang jadi pembantu presiden," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/10) sebagaimana dilansir oleh tempo.

Komentar itu disampaikan Hidayat usai santernya nama Prabowo Subianto disebut-sebut bakal menjadi Menteri Pertahanan dalam kabinet Jokowi. Menurut sejumlah sumber Tempo, Jokowi akan mendapuk Prabowo menempati jabatan tersebut.

Meski kemungkinan Prabowo menjadi menteri kian menguat, Hidayat mengatakan semua pihak sebaiknya menunggu. Dia berujar, bisa saja Prabowo diundang untuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden atau dimintai masukan oleh Jokowi.

"Apakah beliau untuk jadi menteri, atau beliau diundang untuk jadi ketua Wantimpres, atau untuk mendengar masukan dari Pak Prabowo siapa yang mau dijadikan menteri Pak Prabowo, kan kita belum tahu," kata Hidayat.

Namun Hidayat meyakini, segala langkah yang diambil oleh rekan koalisi dan calon presiden yang diusungnya di pemilihan presiden 2019 itu sudah dipertimbangkan matang. Wakil Ketua MPR ini juga mengatakan rakyat yang akan menilai di pemilihan umum selanjutnya. (dm)