Ticker

6/recent/ticker-posts

Hendrajoni Tinjau Pembangunan Kantor Perwakilan


Dutametro.com (Pessel)-- Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni meninjau pembangunan kantor perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pessel di Ampang Tulak Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan.

Bupati Hendrajoni menyebutkan, peninjauan proyek itu dilakukan usai menghadiri acara survei akreditasi Puskesmas Ranah IV Hulu Tapan oleh tim penilaian dari pusat. Ia mengingatkan, bahwa kontraktor pelaksana melakukan kegiatan sesuai ketentuan dan aturan, sehingga hasilnya baik dan berkualitas.

"Saya ingatkan kontraktor mengerjakan proyek dengan benar. Tidak boleh asal jadi. Jangan sampai nanti berurusan dengan hukum," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan kantor perwakilan Pemkab Pessel di Tapan bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik bagi masyarakat sekitar. "Kami berharap, agar masyarakat yang berdomisili pada bagian selatan bisa cepat mengurus dokumen penting. Tak perlu jauh-jauh lagi ke Painan," katanya.
Bupati menuturkan, munculnya kebijakan membangun kantor perwakilan di Tapan, setelah ia melihat dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat terutama mereka yang tinggal pada enam kecamatan daerah setempat.

Ia menambahkan, biasanya masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Air Pura sampai Silaut bisa menghabiskan waktu lima sampai enam jam jika mengurus keperluan administrasi di Painan. Hal itu, berdampak pada tingginya biaya yang dikeluarkan masyarakat dan lamanya waktu yang dibutuhkan.
"Bahkan ada di antara masyarakat yang terpaksa bermalam di Painan, karena apa yang diurusnya belum tuntas," tuturnya. 

Jika kantor perwakilan Pemkab Pessel selesai dibangun, maka pihaknya bakal menempatkan sejumlah ASN untuk bertugas di kantor tersebut. "Segala hal yang biasa diurus ke Painan, seperti perizinan, BPJS atau administrasi kependudukan lainnya, nanti bisa diurus pada kantor perwakilan saja," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pessel, Era Sukma Munaf mengatakan, pembangunan kantor perwakilan di Tapan menghabiskan anggaran sekitar Rp11 miliar. "Jadi, pembangunannya dengan sistem multiyears tahun anggaran 2019 dan 2020," katanya. (*)