Ticker

6/recent/ticker-posts

Golkar Sawahlunto Berkomitmen Bantu Pemerintah



DIGELAR secara sederhana, namun peringatan HUT Partai Golkar ke-55 tahun di Kota Sawahlunto tetap berlangsung semarak dan meriah. Ratusan pengurus dan kader partai beringin ‘Kota Warisan Dunia’ ikuti ziarah ke makam pahlawan, takziah ke rumah warga, dan mengunjungi panti asuhan.

“Golkar adalah masyarakat, lahir serta tumbuh untuk masyarakat,” ungkap Ketua DPD II Partai Golkar Sawahlunto, Ali Yusuf di hadapan pengurus dan kader partai berlambang beringin itu, di Kantor DPD Partai Golkar Sawahlunto, Minggu (20/10).

Didampingi Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Kaderisasi, Nova Hendra, Sekretaris DPD Partai Golkar, Elfia Rita Dewi, dan Bendahara Gusnidarwati dan pengurus kota hingga desa dan kelurahan, Ali Yusuf mengungkapkan, Golkar Sawahlunto berkomitmen membantu Pemerintah Sawahlunto dalam melaksanakan pembangunan.

Menurut Ali Yusuf, Partai Golkar berkomitmen membantu pemerintah secara total, mulai dari pemerintah pusat hingga ke level Sawahlunto. Untuk itu, ajak Ali Yusuf, bersama seluruh masyarakat untuk menyatukan langkah dan mendoakan agar pembangunan tetap lancar di tengah minimnya anggaran.

Ali Yusuf mengaku sempat terkejut dengan adanya informasi defisit anggaran yang mencapai angka Rp150 miliar dalam Rancangan APBD 2020, yang diakibatkan tidak didapatkannya dana insentif daerah (DID) dan beberapa alokasi anggaran dari pusat lainnya.

Jika kondisi tersebut benar adanya, kata Ali Yusuf, tentu terbilang mengkhawatirkan pembangunan Sawahlunto ke depan. Kondisi tersebut perlu disikapi seluruh warga, terutama pemimpin kebijakan yang ada di tingkat kota.
Padahal semestinya, lanjut Ali Yusuf, dengan status yang dimiliki Kota Sawahlunto sebagai Warisan Dunia yang disematkan UNESCO, Sawahlunto harus mendapatkan begitu banyak perhatian dari pemerintah pusat.

Tentunya perhatian itu direalisasikan dalam bentuk kucuran anggaran sebagai dukungan dalam mewujudkan tugas Sawahlunto dalam menjaga, merawat dan melestarikan situs-situs yang ditetapkan UNESCO menjadi Warisan Budaya Dunia.

Namun kondisi yang ada, lanjutnya, justru bertolak belakang. Pemerintah bersama koalisi yang tergabung dalam pemerintahan, yakni eksekutif dan legislatif bersama seluruh partai yang ada harus duduk bersama mencarikan solusi terbaik untuk pembangunan Sawahlunto ke depan.

“Eksekutif dan legislatif termasuk partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan harus mencari terobosan, untuk mendapatkan akses anggaran maupun program pembangunan dari pemerintah pusat,” terangnya.

Dana pusat, lanjut Bapak tiga anak itu, harus dapat kembali digaet ke Kota Sawahlunto dengan adanya prestasi pemerintah kota. Partai Golkar berkomitmen untuk mendukung pemerintah melalui fraksi.

“Golkar dengan sepuluh persen kursi di gedung dewan, yang tergabung dalam fraksi koalisi besar PDI-P, PAN dan Golkar, berkomitmen membantu pemerintah. Golkar tidak ingin terjadi perlambatan pembangunan yang berimbas kepada perlambatan ekonomi di tengah masyarakat,” tegas Ali Yusuf.

Rangkaian HUT Partai Golkar ke-55 yang digelar pengurus dan kader Golkar Sawahlunto, semakin semarak dengan pemotongan tumpeng, yang menandakan Sawahlunto sebagai kota multi etnis, yang kaya akan budaya.(***)