Ticker

6/recent/ticker-posts

DPRD Padang Soroti Permasalahan Siswa Bolos

ilustrasi


dutametro.com, (PADANG) -- Pelajar membolos di Kota Padang, rupanya sudah menjadi perhatian khusus DPRD Kota Padang. Dinas Pendidikan Kota Padang  beserta seluruh kepala sekolah di Kota Padang,  bersama Satpol PP diminta untuk memperhatikan  permasalahan  ini.

Anggota DPRD Kota Padang Nila Kartika Selasa (22/10)  berharap,  dinas terkait mengambil langkah tegas dalam menindak siswa yang membolos maupun pemilik usaha yang membiarkan siswa berkunjung ke tempat usahanya saat jam efektif belajar. Seperti diketahui,  saat ini warung internet (warnet) menjadi tempat sasaran favorit siswa saat membolos.

Dibuktikan,  beberapa waktu lalu bahwa, kebanyakan siswa membolos di warnet. Membolos di warnet ini tidak terjadi sekali, bahkan dilakukan berkali-kali oleh siswa yang sama. “Maka dari itu, peraturan dalam pemberian sanksi tegas bagi siswa membolos bersama dinas pendidikan,” ungkapnya.

Peraturan ini dibuat,  supaya siswa yang bandel akan berhenti membolos. Setelah ada sanksi tegas kepada siswa yang membolos. Ketika siswa terkena razia Satpol PP saat membolos, siswa akan dikembalikan ke orang tua atau dikeluarkan dari sekolah. Selain itu, dia menambahkan pemilik usaha warnet tempat siswa bolos juga dibuatkan peraturan. Teknisnya hampir sama diwacanakan,  kalau warnet kedapatan memperbolehkan siswa bermain saat jam sekolah dan di razia Satpol PP maka bisa ditutup izinnya.

Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir menuturkan, kerap menemukan siswa keluyuran dan bolos saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan kerap memergoki mereka menongkrong di warung makan dan warung Internet (warnet) untuk main game online.
“Jadi pelajar yang memiliki masalah kedisiplinan agar mendapat penyuluhan melalui program Satpol PP untuk peduli sekolah,” katanya.

Para pelajar tersebut, mendapatkan bimbingan dan motivasi dari psikolog agar disiplin di sekolah.  Yang diutamakan,  pembinaan yang mendidik dan tidak mempermalukan mereka. "Mereka didorong tetap memiliki karakter yang bagus dan punya masa depan,” katanya.
Satpol PP  harus peduli sekolah yakni,   aktif di sekolah dan ada perbaikan kedisiplinan.  "Kalau menangani anak dengan diberi hukuman fisik, seperti push up tidak mendidik dan justru menimbulkan kebencian. Satpol PP agar  tidak hanya memantau pada siang hari tapi juga malam hari. Banyak anak-anak usia pelajar masih berkeliaran pada malam hari,” katanya. (vand)