Ticker

6/recent/ticker-posts

4 Pendaki Sempat Terjebak di Marapi

Tim gabungan BNPP tengah melakukan upaya evakuasi terhadap empat pendaki yang terjebak badai di kawasan puncak Gunung Marapi, Agam, Minggu (20/10). 


dutametro.com, (AGAM) – Sempat dinyatakan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Marapi, akhirnya empat orang pemuda asal Riau ditemukan oleh tim pencarian gabungan dalam keadaan selamat. Keempatnya disebutkan sempat terjebak badai saat berada di kawasan puncak pada Sabtu, (19/10) sekitara pukul 20.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Kota Padang Panjang, Marwilis kepada Haluan menyebutkan, keempat pendaki tersebut naik ke Marapi pada Jumat (18/10) malam. Salah seorang di antaranya berstatus keponakan dari Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution.

"Salah satu dari empat pendaki itu keponakan dari Wakil Gubernur Provinsi Riau, namanya Muhammad Satria Dwi Syahputra. Ia naik bersama tiga temannya, Rahmad Taufik, Fajri Setiawan, dan Adithya Bayu Nugraha. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kabupaten Limapuluh Kota dan Pokdarwis Koto Baru berhasil menemukan mereka pada hari Minggu (20/10) sekitar pukul 09.00 WIB," kata Marwilis.

Usai ditemukan, sambung Marwilis, keempat pendaki dibawa turun ke bawah hingga selamat di Pos Marapi sekitar pukul 14.15 WIB. Sementara itu, Koordinator Pos Limapuluh Kota BNPP Kelas A Padang, Robbi Syahputra mengungkapkan, keempat pendaki tersebut telah difasilitasi untuk dipulangkan.

"Sekitar pukul 15.00 WIB, tim sudah membawa korban turun. Seluruh korban selamat dan sudah dipulangkan ke Pekanbaru," kata Robby, Minggu (20/10).

Terkait kondisi keempat korban, Robby memastikan bahwa keempatnya tidak mengalami luka dan sehingga tidak perlu mendapatkan perawatan tertentu setelah diselamatkan. Kepada tim sace and rescue (SAR) yang bertugas, kata Robby, Muhammad Satria sempat mencerita kondisi yang menimpa rombongannya yang hendak berkemah di puncak Merapi.
"Mereka naik Sabtu siang. Setelah sampai di puncak merapi, hanya ada tiga tenda saat itu. Tetapi tiba-tiba di puncak terjadi badai dan kabut," kata Robby.

Koordinator SAR yang bermarkas di Payakumbuh itu melanjutkan, karena kondisi angin dan badai, menyebabkan tenda para pendaki patah, serta tebalnya kabut asap membuat penglihatan para pendaki menjadi terhambat.

"Jarak pandang mereka saat kejadian hanya tersisa satu meter. Karena itu, mereka meminta bantuan ke SAR untuk dilakukan evakuasi," sambungnya lagi.

Menerima laporan tersebut pada Sabtu (19/10), pihaknya langsung mengerahkan anggota untuk melakukan evakuasi terhadap para pendaki yang terjebak di puncak Marapi tersebut. "Kami langsung bergerak. Untung saja komunikasi dengan pendaki lancar. Di sana kami selalu berkomunikasi, menyuruh mereka agar tetap di tenda hingga tim evakuasi datang menjemput," kata Robby lagi.

BNPP beserta tim gabungan lainnya, sambungnya, kemudian berupaya maksimal melakukan evakuasi hingga Minggu (20/10) siang, tim berhasil melakukan evakusi terhadap korban yang ditemukan dalam kondisi selamat. (dm)